Tak satu pun bisa kuabaikan tentangmu.
Lesatan-lesatan adalah ketertegunanku yang berlebih dalam ketercapaian yang tak sempat pula kita tengadah bersama. Lamunan hanya bisa dibawa menggila di setiap dengungan. Igaumu terngiang pada igauku. Suaramu parau membasahi paruku, lambungku, tenggorokan yang tak bisa berucap kata i love you, dan memias seperti bedak yang tak lengkap keubereskan. Sepertinya aku memang jatuh cinta padamu. Pada ubun-ubunmu dan dua matamu yang masih juga belum bisa melihat aku.