Goresan Tinta Cinta

Words
1048
Reading
5 min
9y
Listen to this post
~7 min

_MG_0752.JPG

“ Menulis itu dapat dikatakan susah dan mudah” kata yang pernah terucap oleh pramoedya Ananta Toer mencatat dalam rumah kaca: “ menulislah, apapun, jangan pernah takut tidak dibaca oleh orang , yang penting tetap menulis, tulis dan tulis. suatu saat pasti akan berguna.”
Menulis bukan semata-mata terbentuk karena telentan maupun mengikuti diklat dasar-dasar penulisan baik dari bangku sekolah, perkuliahan atau belajar dari teman tetapi membutuhkan motivasi dan kekuatan hati yang dalam untuk melaksankan hal menulis itu.
Telah banyak sang penulis yang melukiskan bagaimana sukses dan indahnya menulis ibarat naik sepeda waktu kecil dimana sekalai mencoba belum tentu bisa dan harus diulang-ulang, dicoba-coba dan membutuhkan mental yang intens dalam hal melakukannya. semakin banyak mencoba meskipun kadang harus mengalami yang namanya terjatuh dan terluka dalam sekian banyak percobaan akan tetapi itulah awalnya seorang penulis menjadi mahir. Bagaimana menulis dapat dikatakan mudah dan gampang maka perlu adanya keinginan yang kuat dalam lubuk diri kita untuk belajar menulis dengan hati yang penuh kesabaran dan ketabahan.
Menulis dapat dikatakan sebagai skill sebetulnya yang setiap manusia dapat mecoba melakukannya asalkan ada tekad yang kuat untuk mencoba dan terus berlatih. memang dapat dikatakan menulis ala kadarnya dapat dilakukan oleh semua pihak akan tetapi menulis untuk tulisan yang berbobot dan memiliki makna dan disuguhkan kepada pembaca maka persoalan penulis akan semakin berat.
Dasar menulis adalah kemauan dan cinta
Kemauan adalah faktor penting yang menjadi aspek utama dalam penulisan. Semua aktifitas apapun yang akan dilakukan sehari-hari tetap diawali dengan kemauan karena jika tidak maka semua aktifitas tidak akan berjalan.
Dengan kemauan penulis dapat menjalankan segala aktifitas penulisan dengan penuh semangat karena telah adanya dorongan dari diri untuk melaksanakan kegiatan menulis tersebut.
Selain kemauan menulis juga harus dibarengin dengan cinta dikarenakan cinta merupakan tuntunan bagi sang penulis dalam memaknai dan menjiwai terhadap kegiatan menulis. Cinta dalam menulis bukan diartikan sebatas membaca dan menulis akan tetapi cinta menulis adalah memaknai dan memberikan pemberitahuan kepada seluruh khalayak terhadap sebuah informasi dan pengetahuan dalam sebuah goresan tinta pena.
Dalam tulisan lazimnya terdapat berbagai jenis. ada berita, opini, artikel, makalah, novel, jurnal literatur ilmiah, resensi, puisi, pantun, cerpen dan sebagainya. Dalam melakukan hal menulis perlu adanya pengseleksian dan juga pemilahan apa saja jenis penulisan yang ingin kita tekuni sehingga tidak ambigu dalam spesifikasi pilihan yang akan kita tentukan.
Dalam dunia jurnalistik telah dikatakan bahwa menulis haruslah memiliki kriteria objek rumusan lima W dan satu H (what, when, where, why, who, how). akan tetapi rumusan ini harus lebih dimaknain bagi penulis amatiran dan pemula dikarenakkan ketika menulis harus terangkainya kata-kata yang membentuk sebagai kalimat yang memiliki pemahaman yang mudah, enak, mudah dicerna, dan dapat dipahami oleh pembaca terhadap maksud tulisan tersebut.
Pilihan kata-kata harus didasari dengan pola SPOK ( subjek, predikat, objek, dan keterangan) yang maksudnya kata-kata yang dipilih tidak amburadur dan tidak membingungkan pembaca, tidak membuat kerancuan dalam segi bahasa, dan dapat mudah dimengerti oleh seluruh khalayak. kecuali untuk tulisan sastra yang kebanyakan tulisannya berbentuk pemikiran laten.
Sebuah tulisan juga harus memiliki yang namanya rujukan. Rujukan tersebut menjadi sebuah teori yang dapat membantu penulis dalam melakukan hal perbandingan. Tulisan yang terkesan kosong akan ruang argumentasi dapat ditambahkan dengan rujukan tersebut sehingga membuat pembaca dapat semakin yakin kalau tulisan yang kita kerjakan betul-betul valid. Di samping itu teori bersifat dinamis dalam keidupan kita. hal tersebut tidak hanya terdapat di dalam sebuah buku-buku melainkan juga dapat kita dapatkan dari berbagai sumber lainnya seperti Koran, majalah, internet, diskusi dan hal lain sebagainya, Rujukan menjadi sebuah penguat pondasi tulisan kita dalam membangun sebuah tulisan yang bersifat informatif, aktual, intelektual, dan memiliki nilai oleh masyarakat pembaca.
Maka dapat dikatakan rujukan menjadi aspek penting dalam penulisan sebagai pembanding informasi dan dapat memperkaya pengetahuan.
Di dalam sebuah tulisan Ide juga menjadi sebuah pokok penulisan. Ide kreatf menjadi kunci bagaimana sebuah tulisan kita memiliki nalar perubahan yang memberikan pencerahan terhadap para pembaca,.tak heran jikalau sebuah tulisan berhenti dipertengahan diakibatkan kurangnya atau kehabisan ide dalam tulisan.. Tampa kita sadari sebuah ide dapat muncul saat kita melakukan sebuah aktifitas lainnya, sehingga dengan timbulnya sebuah ide maka hendaknya kita mencatatnya, dan dikembangkan dengan rujukan yang ada se-noratif, se-argumentatif, se-eksploratif mungkin agar kita tidak nhilang akan ide-ide selanjutnya. Persoalan yang sering terjadi ketika menulis setelah timbulnya ide pertama biasanya ide-ide selnjutnya akan terus mengalir dan mengikuti perjalanan ide yang pertama . hal demikian merupaan hal penting agar tulisan dapat terarah dan tersusun sesuai grand tema yang kita tentukan maka fokus dengan ide agar tidak mengalami kebuntuan dalam ide-ide selanjutnya.
Dalam mencatat sebuah ide kita perlu adanya buku sakti datu buku catatan khusus, atau buku catatan pribadi, hal ini yang sering dilupakan oleh kebanyanyakan seorang penulis. buku sakti ini penting untuk memuat berbagai data-data, informasi, pemikiran tokoh, atau rangkuman buku-buku yang telah dibaca dan kita tulis.
Dengan adanya buku sakti tersebut, kita bisa menulis di mana dan kapan pun saja hanya dengan berbekal buku tersebut. buku sakti tersebut pada dasarnya membantu kita dalam soal administrasi dan manajemen karier penulisan agar lebih tertata dengan baik..
Tulisan kita selain aktual juga tetap harus dikemas dengan semenarik mungkin, sehingga tulisan tersebut menjadi penarik yang dapat memikat para pembaca. sehingga saat dibaca akan dapat menemukan sebuah cinta pada tulisan yang telah kita tulis.
Yang terakhir dalam sebuah penulisan yang kita buat ialah yakin dan niat dikarenakan tulisan yang kita tulis akan memiliki manfaat dan kegunaan untuk beberapa tahun kedepan yang akan datang. Meskipun tidak banyak berguna bagi orang lain paling tidak berguna untuk diri sendiri, sebab keyakinan dan niat menjadi dasar dan cinta utama dalam proses penulisan dengan jiwa.
Tak lepas dari bagaimana memulai dan menciptakan sebuah tulisan yang terpenting ialah gemar membaca dan terus mencoba menuliskan apa yang telah kita baca dan kita pahami. sebab dalam dunia filsafat pendidikan dikatakan bahwa “membaca dan menulis ibarat makan dan minum”, jika kita hanya makan dan tidak minum maka proses pencernaan akan tersendat. Begitu pula dengan tulisan jika kita hanya membaca dan tidak menulis maka ilmu yang telah kita miliki tidak akan dapat kita tuangkan kepada pembaca.. Maka dari itu membaca dan menulis adalah satu rangkaian yang seharusnya tidak boleh dipisahkan.

Menulis bukan sebuah hal yang sulit yang kita lantas takut dalam menuankan ilmu kita dalam sebuah tulisan, dan janganlah menyerah untuk mewujudkan keinginanmu untuk menulis sebab sesuau yang telah kita tanam dan kita rawat sebaik mungkin  nantiknya akan dapat kita rasakan kelezatannya untuk kita dan juga untuk lingkungan hidup kita.
Goresan Tinta Cinta | Ecency