Hello Hive friends, I hope you are always healthy and blessed.
After several days of natural disasters in the form of flash floods and landslides hitting my residential area, they have had a significant impact on our survival here. In addition to the dwindling supply of basic food supplies due to the disruption of road access, which has hampered transportation and logistical accommodation, we are now facing a new problem.
Entering the second week, clean water scarcity remains a problem in our village. Our village is in a remote area. If you're thinking of getting clean water to the city, there's no land access. Even if basic food aid like rice and bread is to be delivered to our area, it can only be delivered by air using helicopters.
Usually, we can easily get clean water for drinking and cooking. Clean water is always supplied by car, and there's also water from the river and flowing water directly from the clean water supplier through pipes. Due to the flash flood, the river water has become very cloudy and dark brown, unfit for consumption, even if treated with medication. There will be a lot of muddy foam in the water.
Meanwhile, the clean water piped into the city is no longer operational, as several landslides and flooding have damaged the underground pipes. If we rely on clean water delivered via cars and gallon jugs, we can't yet enjoy it, as the road has collapsed, creating problems in supplying clean water drawn from the city center.
Our current solution is to start collecting rainwater. It's been raining constantly for the past few days. We took the initiative to collect rainwater by building a roof drain that drains rainwater directly into a well. If you see this, it looks like a well—yes, it is a well, but this well can't produce water from groundwater sources because it's not dug very deep, so there's no spring.
So, this well only serves as a rainwater catchment tank. A sanitary pipe has been installed on the roof, allowing water to flow directly into the well. The water volume in this well can reach over 1,000 liters, so as long as it rains, it will be sufficient for the next few days.
Once the rainwater had collected, we didn't leave it in the well for days, for fear that the water would shrink and be reabsorbed by the soil. We started collecting water drums and buckets to directly collect the water from the well and store it in plastic containers, so the water would last longer.
We draw water from the well and put it in buckets and plastic water drums to collect and store in these containers. Some water containers are placed in the kitchen, others in the toilet, all arranged for priority needs. As for bathing, we might have to manage it so we don't bathe too often.
As long as the rainy season continues, we believe this stored water will be sufficient for our daily needs, but it probably won't last long. We also use this stored water for drinking. We boil it first using firewood. Although we don't know the water's purity, as we don't have a water purification machine, the boiling process will at least be sufficient to kill any harmful bacteria in the water.
This may not be a viable long-term solution, but it could be a solution for now amidst the clean water shortages plaguing our area. We will continue to work together to improve the flow of clean water and sanitation, and hopefully, some water pipes will soon be fully operational.
Halo sahabat Hive, semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan diberkati.
Setelah beberapa hari bencana alam berupa banjir bandang dan longsor melanda wilayah tempat tinggal saya, telah membawa banyak dampak terhadap keberlangsungan hidup kami di sini. Selain stok bahan pangan pokok yang mulai berkurang akibat terputusnya akses jalan sehingga menghambat transportasi dan akomodasi logistik, kini kami dihadapi masalah baru.
Memasuki pekan kedua, kelangkaan air bersih masih menjadi masalah di desa kami, desa kami berada di wilayah pelosok, jika anda berpikir untuk mencari air bersih ke kota, belum ada akses jalan darat yang bisa ditempuh. Bahkan jika bantuan pangan pokok seperti beras dan roti jika ingin dikirimkan ke wilayah kami, itu hanya dapat dikirimkan melalui udara menggunakan helikopter.
Biasanya kami bisa mendapatkan air bersih dengan mudah untuk diminum dan keperluan memasak, air bersih selalu masuk dipasok menggunakan mobil, ada juga air dari sungai dan air aliran langsung dari penyedia air bersih melalui pipa. Karena banjir bandang, air disungai menjadi sangat keruh dan coklat pekat, tidak layak untuk dikonsumsi bahkan sekalipun di olah menggunakan obatan, akan ada buih lumpur yang banyak di dalam air.
Sementara itu, aliran air bersih yang disalurkan melalui pipa tidak dapat difungsikan lagi, karena beberapa titik tanah longsor dan aliran banjir telah menbuat kerusakan pada instalasi pipa yang ditanam di dalam tanah. Jika kami berharap pada penyedia air bersih yang disalurkan melalui mobil dan galon, itupun belum dapat kami nikmati, karena jalan telah amblas, sehingga menjadi masalah dalam menyuplai air bersih yang di ambil dari pusat kota.
Solusi sekarang kami mulai menampung air hujan, beberapa hari terakhir selalu turun hujan, kami berinisiatif untuk menampung air hujan dengan membuat sanitasi dari atap yang dapat mengaliri air hujan langsung kedalam penampungan sumur. Jika anda melihat ini adalah sebuah bentuk sumur, iya ini adalah sumur, tetapi sumur ini tidak dapat menghasilkan air dari sumber tanah karena penggaliannya tidak terlalu dalam, sehingga tidak ada mata air.
Jadi sumur yang ada ini hanya bersifat sebagai bak penampung air hujan, sebuah aliran sanitasi pipa telah dibuat di atas atap, air dapat langsung mengalir dan masuk ke dalam sumur. Volume air di dalam sumur ini mungkin bisa mencapai lebih dari 1000 liter air, jadi selama hujan masih mengguyur, itu dapat mencukupi kebutuhan air untuk beberapa hari kedepan.
Ketika air hujan telah tertampung, kami tidak membiarkannya berhari-hari didalam sumur, karena khawatir air akan menyusut karena akan diresap kembali oleh tanah. Kami mulai mengumpulkan drum air dan ember untuk langsung mengambil air didalam sumur dan menampungnya ke dalam wadah plastik, sehingga air akan bertahan lama.
Kami menimba air di dalam sumur dan memasukkan ke dalam ember dan drum air plastik untuk ditampung dan disimpan ke dalam wadah ini. Beberapa wadah penampungan air ditempatkan di dapur, beberapa ember lainnya diletakkan di toilet, semua di atur untuk kebutuhan yang prioritas, sementara itu untuk keperluan mandi, mungkin kami harus mengaturnya untuk tidak terlalu sering mandi.
Selama musim hujan masih terus turun, kami rasa air yang ditampung ini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi mungkin itu tidak akan bertahan lama. Air yang ditampung ini juga kami gunakan sebagai air untuk diminum, kami memasaknya terlebih dahulu dengan menggunakan kayu bakar, meskipun kami tidak tahu berapa kadar kebersihan air ini, tidak ada mesin penjernih, namun setidaknya proses memasak air akan dapat cukup untuk membunuh bakteri jahat yang terkandung di dalam air.
Ini mungkin bukan cara yang baik untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama, tetapi bisa jadi solusi untuk saat ini ditengah kelangkaan air bersih yang sedang melanda wilayah kami. Kami akan terus bergotong royong untuk memperbaiki aliran sanitasi air bersih, semoga beberapa titik aliran pipa air akan segera dapat berfungsi dengan baik.
Thank you !!!
I'm proposing a sustainable charity project that will promote Hive in a tangible way in the public sphere, increasing its popularity and presence as a major project that cares about the real lives of those living there. I hope this proposal will be accepted by the Hive community and that I can implement the program soon. If you're interested, you can read my post here: