Kedai Kopi Sebagai Walking Space

Words
232
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Setiap saat kebutuhan kita akan ruang akan semakin kuat, kita akan semakin butuh dengan ruang terutama bagi anak muda baik itu pekerja muda professional ataupun mahasiswa.

Di tahun-tahun yang lalu kita jarang mendengar anak muda butuh ruang untuk meeting, atau jarang kita dengar “aku butuh ruang untuk mengerjakan tugas”, karena di zaman dulu apapun kita kerjakan di rumah sendiri atau di kampus maupun di kantor. Sekarang berbeda atau sudah sangat berubah kondisinya.
libraryrian.jpeg

Kita butuh suasana ruangan yang fresh, kita butuh ruangan yang penuh inspiratif untuk bekerja. Dan juga kita butuh ruang yang bisa menyediakan makanan dan minuman ketika kita sedang lelah disaat mengerjakan tugas-tugas kita. Disinilah kita mulai mendengar istilah baru “walking space” ruang kerja bagi siapa saja yang membutuhkannya.

musicroom.jpeg

Pergeseran atau saya lebih senang menyebutnya perkembangan fungsi dari Kedai Kopi ini sangat positif bagi kebutuhan anak muda sekarang. Kedai Kopi mulai menggunakan konsep walking space dalam desain ruang dan bisnisnya.

Anak-anak muda pun sekarang sudah mulai mengembangkan kreativitas mereka menjadi sumber penghasilan, menggabungkan jiwa kreativ dan skill bisnis modern menjadikan hobi dan bakat sebagai sumber penghasilan yang sangat menguntungkan. Diantara beberapa kawan saya yang sering menggunakan kedai kopi sebagai walking space ada riodejaksiuroe@riodejaksiuroe , kaka50@kaka50 dan polem18@polem18 , mereka hampir setiap hari meeting dan menyelesaikan tugas-tugasnya di kedai kopi.
rio.jpeg

Dalam konteks ini saya melihat Kedai Kopi berhasil membaca dengan cepat kebutuhan ini, lalu mampu membantu menyediakannya untuk anak-anak muda zaman now.

Kedai Kopi Sebagai Walking Space | Ecency