HiveFlow Tool

Words
608
Reading
3 min
Listen
Play
3h

Saya mau cerita sedikit tentang tool kecil yang baru saya buat. Namanya HiveFlow.

I want to share a little story about a small tool I recently made. It’s called HiveFlow.

HiveFlow tools at github here https://pancasona-lab.github.io/hive/hivetf.html

Sebelum cerita lebih jauh, saya harus jujur: saya bukan programmer. 😄 Kalau sudah melihat kode HTML yang panjang, saya juga sering bingung. Jadi mungkin ada yang bertanya, “Kalau bukan programmer, bagaimana bisa membuat tool seperti ini?”

Before I go any further, I should probably admit something: I’m not a programmer. 😄 Long HTML code can still be pretty confusing to me. So you might be wondering, “If you’re not a programmer, how did you make this?”

Jawabannya: saya menggunakan AI.

The answer is: I used AI.

Awalnya saya cuma punya ide sederhana. Saya ingin lebih mudah melihat transaksi HIVE dari sebuah akun. Datanya sebenarnya sudah tersedia, tetapi saya hanya ingin melihatnya dengan cara yang lebih sederhana dan tidak terlalu ramai.

It started with a pretty simple idea. I wanted an easier way to look at HIVE transactions from an account. The data was already there, but I wanted to see it in a simpler way, without all the extra stuff.

Jadi saya berpikir, kenapa tidak mencoba membuat tool sendiri?

So I thought, why not try making a little tool myself?

Di HiveFlow, kita cukup memasukkan username lalu klik Search. Setelah itu transaksi HIVE akan muncul. Kita bisa melihat HIVE yang masuk, HIVE yang keluar, jumlahnya, tanggal transaksi, username, dan memo.

With HiveFlow, you simply enter a username and click Search. The HIVE transactions then show up. You can see incoming and outgoing HIVE, the amount, transaction date, username, and memo.

Saya juga menambahkan filter sederhana. Misalnya saya hanya ingin melihat transaksi yang masuk, tinggal pilih IN only. Kalau ingin mencari transaksi di bawah 0.5 HIVE, tinggal pilih less than dan masukkan 0.5.

I also added some simple filters. If I only want to see incoming transactions, I just choose IN only. If I’m looking for transactions below 0.5 HIVE, I choose less than and enter 0.5.

Buat saya, bagian paling menarik justru proses membuatnya. Saya tidak menulis semua kode itu sendiri. Saya menjelaskan kepada AI apa yang saya inginkan, mencoba hasilnya, lalu memperbaiki bagian yang belum sesuai.

For me, the most interesting part was actually building it. I didn’t write all the code myself. I simply told AI what I wanted, tested the result, and kept fixing the parts that didn’t feel right.

Kadang langsung berhasil, kadang malah muncul masalah baru. 😄 Tapi ya, dicoba lagi. Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi seperti yang saya inginkan.

Sometimes it worked right away, and sometimes it created a whole new problem. 😄 But I just kept trying. Little by little, it started to become what I had imagined.

HiveFlow mungkin bukan tool yang besar atau canggih. Ini hanya proyek kecil yang saya buat karena punya ide dan ingin melihat apakah ide tersebut bisa benar-benar menjadi sesuatu yang bisa digunakan.

HiveFlow may not be a big or sophisticated tool. It’s just a small project I made because I had an idea and wanted to see if I could actually turn it into something useful.

Dan mungkin itu yang paling saya suka dari AI. Kita tidak harus menjadi programmer dulu untuk mulai mencoba. Kadang cukup punya ide, berani mencoba, lalu belajar sambil jalan.

And maybe that’s what I like most about AI. You don’t necessarily have to be a programmer before you start. Sometimes, you just need an idea, the courage to try, and a willingness to learn along the way.

Itulah cerita singkat di balik HiveFlow.

That’s the little story behind HiveFlow.


▶ Watch on 3speak.tv

HiveFlow Tool | Ecency