Pastikan orang yang merekomendasikan suatu distro bertanggung jawab dengan rekomendasinya sendiri.
Jangan terima rekomendasi yang orangnya sendiri tidak mau mengajari Anda, atau tidak pernah menulis buku panduannya, atau tidak mau menolong ketika Anda kesulitan.
Jangan terima rekomendasi yang orangnya sendiri tidak pakai!
Dengarkan rekomendasi dari orang yang dia sendiri memakainya, menulis buku-buku panduannya, membuat video-video pemandu, mau mengajari para pemula, suka membantu ketika pemula kesulitan, terutama jika dia tahu betul kondisi Anda.
Jangan sembarangan menerima rekomendasi ngawur dari orang yang Anda tidak kenal.
GNU sistem operasinya (dalam bentuk source code), Linux kernelnya (source code juga), GNU/Linux komposisinya (sistem operasi siap pakai dalam bentuk binary code). Bedakan dan jangan salah!
Distro = distribusi; artinya: produk yang mengomposisikan banyak source code perangkat lunak dalam satu kesatuan sistem operasi + repositori; sebuah distribusi menyampaikan produknya sudah dalam binary code (dengan source code tetap diserahkan).
Repositori (‘repo’); tempat dikumpulkannya source code & binary code perangkat lunak suatu distro, dan pengguna menginstal software darinya.
Interaksi manusia ↔ distro; sama seperti interaksi manusia ↔ Windows, atau interaksi manusia ↔ Mac OS X; Anda memakai mouse dan keyboard, melihat tampilan di layar (CLI/GUI), memerintahkan OS melakukan kehendak Anda.
*Catatan:
Kasus musibah-musibah salah format HDD, terhapus data, kerusakan sistem dan semisalnya terjadi sebab mereka autodidak tanpa guru.
Salah format HDD bukanlah pelajaran tetapi kebodohan.
Bantahan untuk orang yang salah paham:
“Coba persilakan anak-anak SMK memakai laptop kantor Anda untuk belajar GNU/Linux dan jangan marah kalau mereka salah format”