Di awali dari sebuah kehidupan, menjadi diri sendiri itu lebih dan utama.
Kehidupan yang didasari lahir batin, menjalani hari setiap detik, setiap saat, setiap masa tidak terhitung silih berganti seiring perputarannya.
Kadang suka terkadang juga duka, terasa dalam keseharian melawan gentar getirnya arus deras kehidupan.
Siang, malam, terik dan dinginnya malam yang perlahan memakan usia semakin larut dalam cita dan harapan hidup.
Kita berada dalam perjalanan hidup kita sendiri, menemukan diri sendiri dan tumbuh menjadi diri sendiri.
Kita akan membuat kesalahan, tetapi kita akan belajar daripada kesalahan itu
Kita akan menghadapi rintangan, tetapi kita harus terus menghadapinya
Kita juga kan bersedih, tetapi seiring waktu berjalan semua akan baik-baik saja
Terkadang apa yang kita impikan, kita harapkan kita cita-citakan tidak dengan cepat kita dapatkan, tetapi jika kita terus bertahan dan bergerak itu semua sudah menuju kemajuan. Kita harus teruskan meski kadang terlihat seperti tidak ada kemajuan bahkan seperti tidak berguna, namun jika kita terus melangkah dan berusaha perlahan rintangan akan kita singkirkan satu demi satu hingga kita berhasil.
Begitulah kehidupan!
Aku pun begitu, dia juga begitu, mereka sama merasakan setapak demi setapak jalan yang dilalui walau kadang jalanan itu berliku dan penuh tebing jurang yang membuat kita lelah untuk melanjutkan bahkan hanya sekedar bertahan pun sangat menyakitkan.
Tetapi kita harus tetap berpijar mencari sang mentari, walau beberapa tidak ada penopang jalan, tetapi beberapa terus berjalan karena punya harapan kelak di persimpangan jalan akan ada waktu bisa tersenyum cerah, ketika kita terus berjalan mencari apa yang ada dalam angan dengan kemauan keras, usaha dan doa yang tiada henti.
Meski dari kita terkadang lemah tidak berdaya, tapi tidak untuk putus asa
Walau jiwa-jiwa kita mulai rapuh, bathin kita terkadang meronta ingin membebaskan asanya yang belum tersampaikan.
Adakala juga angan kita mengambang pekat dalam malam membumbung di angkasa menggelegar memecah kebisuan, hingga sampai waktu kita bersedu sedan meratap lara.
Kita ibaratnya musafir yang harus tetap meradang menerjang meski kulit kita sudah mulai layu dan semakin terluka namun masih tetap harus kita berlari dan berlari lagi.
Sampai hilang rasa perih itu dan kita tidak peduli lagi dengan semua kesakitan hingga akhirnya sadar bahwa kita harus melalui perjalanan ini dengan dibekali rasa ikhlas dan lapang dada yang tidak kalah banyaknya dengan usaha dan doa.
Angin saja selalu berdendang di antara riuhnya yang tak terpahamkan,
Hidup adalah sebuah perjalanan
Hidup adalah sebuah rentang waktu yang ada batas akhirnya
Dan batas hidup itu adalah kematian
Di antara dendangnya dia berbisik pada hati
Selama jantung masih berdetak
Selama dunia masih berputar, semua itu adalah tantangan dan kita hanya ada satu pilihan HADAPI!!
Itulah salah satu dari tema kehidupan dengan segala daya dan upaya, ikhtiar juga doa tetaplah selalu ikhlas dan tulus di atas kewajiban yang tidak pernah dilupakan dengan bersimpuh dan memohon di atas sajadah kerendahan sebagai hamba yang patuh pada aturan pemilik bumi, lautan dan langit.
Posted from my blog with SteemPress : https://nnaachlam.com/berawal-dari-kita/