Ali menemukan sebuah benda purba yang mirip gayung di dalam guci wasiat. Dia memprediksikan bahwa benda antik itu berasal dari ribuan tahun silam, dan pernah bersahabat di tangan ureung jameun.
Sekilas hasil pengamatannya, gayung jadul ini terbuat tempurung kelapa. Menggunakan tangkai dari bilah bambu yang tipis dan diikat dengan rotan.
Ali penasaran, mengapa sisi bawah tempurung itu dilubangi secara ganjil. Ali menarik simpulan bahwa fungsi gayung jadul ini di luar batas gayung biasanya.
Dua hari pascapenemuan, Lurah menviralkan penemuan gayung di warkop Om Maheng. Panjang lebar beliau bercerita bahwa saat tengah malam, gayung jadul itu bisa berpindah-pindah tempat dengan sendirinya. Gayung wasiat yang bisa berjalan.
Hadirin pelanggan warkop ternganga. Cerita Lurah tentang gayung ajaib berhasil melejitkan statusnya sebagai kepala desa. Beliau semakin berada di atas awan, andai ikut mencalonkan diri pada periode kedua.