MAWAR MERAH JAMBU
Muklis Puna
Batang lontar dari langit memanah pucuk -pucuk rindu
Gemuruh petir memotret kisah merindu
angin gunung menikam dengan desiran dingin
Kelopak mawar menebar pesona manja dalan aura kemolekan yang menggoda
Rona merah jambu menghujan kalbu
Dalam balutan nilon plastik kau menebar kehangatan
Aku kumbang pemangsa rindu pada tangkai serabut berduri
Cintamu menyelinap dalam bingkai malam yang tersisa
Candamu menari riang dalam angan berbayang
Batang lontar beganti haluan menghujam atap kasih berbalut kisah
Malam membekap rindu menyiksa jiwa
Kumpulan detik menjadi menit kau berpidah kisah,
Tapi jiwa sudah berontak pada kain kasa kau tinggalkan
Malam ini seolah merangkak menuju pagi
Cemburu mengolok olok malam
penasaran menghujam jantung dengan sayatan belati cinta
O, mawar merah jambu
Kutitip kehangatan pada angin mengendap dalam kabut
Kulukis kisah pada bulan separuh wajah agar kau melihat betapa derita menderaku
Lhoksemawe, 12 April 2018
English
ROSES
Muklis Puna
Lontar stems from the sky archery shoots-shoots longing
Lightning rumble photographed a longing tale
mountain winds stabbed with cold thunder
Rose petals spread spoiled charm in the aura of elegant elegance
Pink hue rained the heart
In the plastic nylon sheets you spread warmth
I am a predatory beetle longing on the spikes of spiny fibers
Your love sneaks in the remaining night frame
Your candy dances cheerfully in the shadow of a shadow
Lontar stalks like bow tearing the roof of love wrapped in story
Night smothering longing soul torture
Collection of seconds into minutes you have a story,
But the soul is rebelling against the gauze you left behind
Tonight seemed to creep into the morning
Jealousy mocks the night
curious pierced the heart with a love dagger
O, rose pink
My warmth to the wind settles in the fog
I painted a story in the half-moon face so you see how much pain I was suffering
Lhoksemawe, November 12, 2016