poetry

Words
142
Reading
1 min
Listen
Play
9y

BULAN SEPARUH MERAJAM MALAM
Muklis Puna

Bulan separuh merajam malam
Lelaki senja memungut ceceran waktu
Suara perih menendang gendang para pencundang
Tergopoh pogah memasukkan jeritan dalam kresek tiga warna
Pada warna hitam ia tuangkan buliran mata masa lalu
Pada warna putih ia sumpal dengan suara terbahak bahak
Pada kresek hitam ia peras peluh dibalik lipatan jidat

Bulan separuh mengeram malam
Lelaki senja mengaduh masa dalam asa
Duduk bersimpuh memeluk waktu
Mengusir matahari pulang ke rahim
image* item

Memotong bayangan pada tanah kelahiran
Bermimpi pada sore mengulang fajar

Bulan separuh menutup pelangi senja
Lelaki malang tertatih menuju batas
Langkah kaki menghitung hari
Kamar gulita menanti di pulau seberang
Tertatih memanggul ransel berisi kisah masa kelam

Bulan separuh waktu tak mau berbeda detik
Sekali ia berputar, takkan pernah mendaur ulang
Lelaki malang di pematang harapan
Menyesali langkah, menuruti mata kaki

Lhokseumawe, 7 Mei 2017

poetry | Ecency