Poetry

Words
123
Reading
1 min
Listen
Play
9y

IMG_20170611_232854_336.jpg
RUPANYA KAU MENGANGKANG JALAN
Muklis Puna

Kenapa kau cabik pagar malamku
Tembok gulitaku kau rontokkan dengan dengusan napas,
Khilaf ku menganggap mu maha
Kusangka kau titisan langit lewat malaikat pencerah jiwa
Di kejauhan tampak kau mengangkang jalan

Derasnya arus pujian menyeretku pada kekaguman
Mulutmu menyenbur mutiara beracun diksi
Kau giring aku ke lembah dahaga kasih
Kau pikir aku gila sensasi dalam gundukan aksara

Oh...tidak....
Sebelum namamu bertaut dalam jiwaku
Aku sudah mengeja kemana ulahmu mengarah
Madu manikam berbusa di mulutmu
Rupanya kau usut pujian dibalik petuah

Malam ini tlah kau tampakkan satu muka dua paras
Di depan kau pasang topeng pendekar
Di tikungan kau tikam di ulu hati
Kau suguhkan susu di gelas tuba
Kau......
Indah memukau sandiwaramu kawan..

Lhokseumawe, 10 Mei 2017

Poetry | Ecency