Dua bulan terakhir, saya membaca buku-buku ini dan hingga hari ini masih membaca ketiga-tiganya dengan menggilir satu persatu tiap minggunya. Satu buku pemikiran, yaitu pemikiran atau akidahnya Abu Nawas, sebuah kajian serius yang mendalami alam tauhid Abu Nawas, sosok yang selama ini selalu digambarkan sebagai tukang jenaka, nyeleneh dan banyak akal. Satu lagi buku kajian Fiqh atau Ushul Fiqh yang diangkat dari Tesisnya Tgk Jabbar Sabil. Buku ini secara khusus mendalami pola penalaran Ta'lili dalam pemikiran Imam Al-Ghazali. Terakhir buku berjudul Jangan Pilih Saya. Yang ini buku panduan bagi caleg. Saya merasa perlu membaca buku yang satu ini, sebab tahun depan akan ikut bertarung dalam gelanggang pileg. Yang menarik buku ini berisi anekdot-anekdot pemilu, dan buku ini juga memandang dinamika pemilu berikut proses kampanyenya dengan menggunakan metodologi dan perspektif Abu Nawas; anti mainstream, jenaka namun serius, eksentrik dan sedikit "gila". Kurang lebih demikian. Selamat hari buku.