Sebuah Puisi untuk Ibu

Words
86
Reading
1 min
Listen
Play
8y

_MG_7697.JPG

Bunda, kau bagaikan bulan dikala malam
Dan kau bagaikan mata hari dikala siang yang selalu menyinari hatiku.
Dan pengorbananmu bagaikan bintang bertaburan.

Engkau tak pernah megenal kata lelah sedikitpun
Demi merawat dan mendidikku.
Engkau bagaikan syurga dimataku yang penuh dengan keistimewaan.

Bunda, dimataku kau bagaikan wanita yang penuh dengan keistimewaan.
Tak ada yang mengganikan kebaikanmu yang penuh dengan senyuman.
Meskipun mereka menghina engkau, namun dimataku engkau tetap bagaikan wanita yang penuh dengan keistimewaan.

Tuhan.... bagaimana aku membalas budi baik mereka, sedangkan aku tak punya daya apa-apa.

Sebuah Puisi untuk Ibu | Ecency