Malam itu tepat 17 tahun umurku, saat aku lihat engkau melambai dari atas gerbong kereta. Air mataku menderas di bawah tatapan berpasang mata pada malam yang makin meranggas. Kau pergi teruskan langkah, menggapai cita yang kau punya
Duhai, ke mana perginya suka cita
jiwa remaja yang bergayut manja
kini berkalung lara
Duhai, sepi suara di tengah riuh cerita
manakala cinta mengembara di belah samudra kidung jenaka tlah melupa
Cinta menggenggam air mata
rindu menggumam doa
perpisahan adalah derita