This post is from a low-reputation account and contains an unverified outbound link. Be cautious before clicking external links.

Too much study can kill your child

Words
579
Reading
3 min
Listen
Play
8y

FB_IMG_15309225358806356.jpg
Halo apa kabar kawan Steemian pagi ini? Semoga sehat jasmani rohani dan tetap dalam karunia Tuhan..aamiin.

Saya ingin share kisah tragis seorang bocah cewek yang terkena gangguan jiwa karena terlalu banyak ikut les.. tentu atas kehendak ortunya. Gambar penyerta ini ironis dengan tulisan ini..karena dalam kasus ini korban adalah anak kecil yang seharusnya belum boleh dibebani tugas belajar terfokus.

Gadis kecil ini berusia 6 tahun. Tidak disebutkan nama lengkap si anak. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi para orangtua.

Saat itu pengisah ini berkunjung ke sebuah rumah sakit untuk membezuk anak temannya yang sedang sakit. Teman ini seorang wanita karir lulusan S2 dari sebuah universitas ternama. Anaknya seorang perempuan cantik, umurnya baru 6 tahunan. Tak lupa pengisah membawakan sebuah boneka sebagai buah tangan. Waktu dia datang anak ini langsung mengenalinya sebagai teman mamanya.

"Bu Siti ya?"

"Iya," jawab pngisah, agak terharu karena anak itu mengenalinya.

"Ayoo.. Bu Siti.. 42: 6, berapa?"

"Kalau do'a masuk kamar mandi?"

Kemudian si anak menirukan gaya mengajar bu gurunya di kelas. Ada senam bersama, lalu dia menirukan gerakan senam versi dia kemudian menyanyikan lagu 5 x 5 =25, setelah itu dia melafalkan doa sebelum makan.

"Bu Siti ..ayo ..buat kalimat ..saya pergi ke sekolah setelah itu pulangnya ke mall, bisa?"

Lucu?? Pintar?? Cerdas??

Mungkin itu juga yang ada di benak teman- teman saat mengikuti celoteh anak perempuan itu.

Namun selama waktu bezuk itu sang bunda terus menerus menyeka air matanya.

Kita jadi turut prihatin dengan penyakit yang sedang diderita oleh anaknya. Penyakit apakah itu?

Yang pasti bukan sembarang penyakit seperti anak anak biasa, bukan demam, bukan batuk, dan bukan pilek.

Jangan terkejut teman teman... karena pengisah berkunjung bukan di rumah sakit biasa, tetapi sedang berada di Rumah Sakit Jiwa. Ya... sebuah Rumah Sakit Jiwa di kawasan Jakarta Timur. Apa yg sebenarnya terjadi??

Minggu-minggu terakhir ini sang anak sangat suka menangis. Kalau ditanya apa saja... jawabnya sering ngelantur, "7" "24 : 6 = 4", "how are you", dan jawaban lain seperti huruf hijaiyah.

Kemudian ia menirukan gaya gurunya mengajar.

Menurut psikolog , anak ini terlalu di forsir.. dia mengikuti les matematika dan k**** yang target tugasnya 1 buku harus selesai 10 menit.

Kemudian les Bahasa Inggris, terus PR sekolah, les mengaji dan lain-lain sehingga mengakibatkan anak terlalu jenuh.

Si anak hanya mau bercerita pada psikolognya, tetapi kalau ditanya oleh orang lain jawabannya angka-angka, Bahasa Inggris atau pelajaran mengaji.

Jadi dia menirukan gaya gurunya, dan jika bertemu orang yang memakai baju guru dia langsung tertekan.

Yang lebih mengharukan lagi, saat melihat sang bunda menangis, si anak cuma bilang, "Bunda jangan nangis.. aku kan pinter.. tapi aku ga mau tidur sama bunda yaa.. aku maunya sama dokter ganteng atau cantik aja.."

Dia memang tinggal di kamar VIP... jadi memang ada dokter yg menemani sehari-hari.

Dan ternyata ada 5 anak kecil yang masuk rumah sakit jiwa itu.. tapi dia yg paling kecil... sisanya umur 12 tahunan.. karena broken home..

Hanya dia sendiri yang mengalami gangguan akibat terlalu banyak tekanan belajar..

Sungguh kasihan...

Pelajaran berharga untuk para orang tua agar tetap memperhatikan tahapan perkembangan anak, usia TK adalah usia bermain, belajar pun harus melalui permainan dan jangan korbankan anak-anak kita karena AMBISI kita sebagai orangtua.

Biarkan mereka bermain dan berikanlah kenangan masa kecil yang terindah untuk mereka....

Ayah bunda... renungkanlah... menyekolahkan anak bukan karena ingin dipuji orang, "O anaknya sekolah di sekolah favorit", tapi selalu bertanya pada anak saya "seneng nggak sekolah di situ, nyaman nggak teman-teman dan gurunya?", karena yang sekolah anak kita... bukan kita."

Sumber:
http://www.cerminan.com/berita/bocah-ini-kena-gangguan-jiwa-karena-terlalu-banyak-ikut-les.html

Too much study can kill your child | Ecency