Panen Pucuk Singkong

Words
241
Reading
2 min
Listen
Play
4y

Senang berada disini menyaksikan keindahan dan asrinya alam Kahuripan. Sebuah kompleks perumahan elit lengkap dengan berbagai pasilitas olahraga yang terbuka untuk umum. Jalan yang lebar dengan kiri kanan merupakan lapangan rumput menghijau yang diatas rumput terdapat pepohonan menghijau penambah keasrian tempat ini.

img_0.4689620268799692

img_0.2922327699374733

Bukan hanya itu kompleks perumahan inipun sepertinya menyatu dengan kehidupan penduduk setempat. Mengapa saya katakan menyatu karena saya mendapatkan beberapa orang penduduk setempat sedang menggarap lahan sekitar kompleks untuk bercocok tanam. Lahan tersebut adalah lahan yang belum dibangun. Para penggarap kebanyakan menanam singkong tetapi bukan untuk diambil umbinya melainkan diambil daunnya yang masih muda (pucuk singkong).

img_0.1816690436621232

img_0.9433044453521773

Saya menemui satu keluarga yang sedang memanen pucuk singkong. Dari beberapa informasi yang saya dapatkan petani tersebut sengaja menanam batang pohon singkong untuk diambil pucuknya dengan beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah dengan mengambil pucuknya mereka dapat memanennya setiap dua bulan. Alasan yang kedua adalah pemasaran pucuk singkong lebih mudah daripada singkong. Bahkan pucuk singkong yang saat ini mereka panen sudah ada yang menampung yaitu hanya mendistribusikan ke beberapa warung makan. Singkong dapat dipanen setelah 8-10 bulan sedangkan pucuk singkong dapat dipanen setiap dua bulan.

img_0.4913217648418658

img_0.011565374848223368

Menurut petani tersebut setelah pucuk singkong dipanen mereka cukup memberikan pupuk urea dan sekam tanpa harus menanamnya kembali. Jadi setelah dipanen mereka cukup menunggu dua bulan tanpa perawatan untuk dipanen berikutnya.

img_0.5116595832144575

Petani pucuk singkong ini menggarap kurang lebih 5000 meter persegi. Mereka adalah petani penggarap yang sewaktu-waktu terancam mata pencahariannya jika lahan yang mereka garap dipakai oleh pemiliknya.

Panen Pucuk Singkong | Ecency