Steemit, Aku Oleng

Words
445
Reading
2 min
Listen
Play
8y

Perjalanan demi perjalanan telah tertempuh dengan rapi dan aman. Telah lebih 250 hari kita bersama setengah tahun itu bukan waktu yang singkat.

IMG_20171126_175246-1024x768.jpg

Bercerita tentang steemit, sembari menunggu youtube di monetes. Monetespun bertambah berat dengan ditetapkan peraturan baru. Pendaftaran steemit pun selesai sudah, lalu menunggu dianya terkonfirmasi, bukanlah dalam tempo sesingka-singkatnya seperti dalam UUD '45. Satu persatu akun kami di konfirmasi. Saya yang duluan berlayar seorang diri tak lama berselang hari akun mereka pun ikut menjelajah. Di sini katanya banyak paus, di sini pekerjaannya memancing, di sini katanya banyak yang kejam tega bahkan tak peduli.

Banyak kata dan perihal tentang kejanggalan dannkesukaran terdapati berbuah konsultasi dan saling berbagi. Tak ada nama komunitas, murni saja karena hubungan pertemanan sebelum ada steemit pun telah terjalan dan terjalin. Dari jam dinegara sana jam berapa dan waktu mereka tidur kami jaga, ramai paus posting jam berapa dan banyak lainnya, harap-harap dilirik paus. Sempat menggunakan bahasa asing agar lirikan paus tertuju, padahal bahasa asing kami hanya membuat mereka pening, kadang.

Banyak cerita inspirasi yamg membangkitkan semangat kami. Perjalanan demi perjalanan kami lalui, entah dari mana wujudnya satu persatu kenalan baru saya kenal lewat steemit, seakan begitu tulus tanpa suatu kepentingan mereka berkenalan dengan kami, bahkan jika dinilai kami lah yang seharusnya di hindari jika mereka takut akan harap-harap votenya terkuras. Tapi mereka tidak begitu dan kami pun tidak begini, hanya menjalin persahabatan sebatas vote yang menjulang tinggi.

Banyak kenalan lama yang turut terjalin komunikasi lagi setelah bersteemit, kembali akrab dan dipertemukan dalam satu topik pembahasan "steemit".

Semua mereka yang telah kutemui karena perantara steemit semoga menjadi teman tempat berbagi sepancung kopi dihari kelak. Dan semoga hubungan ini terus terjalin.

Sempat mereka di datangi sang satpam di steemit dan kami terus berbenah diri, hingga usia reputasiku ke 55 sang satoam datang ke postinganku yang membuat aku panik setengah bendera. Lalu kupelajari tentang kesalahan dan eror yang dibuat dan menjumpai beberapa senior menanyakan perihal itu. Katanya itu biasa. Ada yang murni datang sendiri ada yang memang terkena laporan. Tapi yang jelas jika tak ada yang sama dan ada kata yang sama terulang dengan hitungan jumlah yang banyak maka itu juga bisa mendatangkan sang satpam. Jadi, saya pun lega.

Semoga kami bisa selalu bersama, jika pun kami ingin berhenti biarkan itu murni lahir dari hati. Jangan bunuh kami sebelum kami benar-benar ingin berhenti.

IMG_20180413_173931-1024x768.jpg

Buat hermanlc@hermanlc tetap sabar dan tetap semangat. Semoga cobaan ini cepat berlalu dan kita bisa bersama lagi. Perahu ini terlihat oleng tanpa kehadiranmu atau luka menganga yang timbul yang mengakibatkan kayuhanmu tidak seperti dulu.

Semoga ada jalan keluar. Kami bersama anda.

Saleum meutaloe syedara para sahabat steemian's dan bloggers di manapun anda berada.

Regards jubagarang@jubagarang


Posted from my blog with SteemPress : http://jubagarang.epizy.com/wp/2018/08/31/steemit-aku-oleng/

Steemit, Aku Oleng | Ecency