Pegiat yang tidak berhobi #2

Words
392
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Salam steemians...
Sebagaimana yang sudah saya sampaikan pada postingan sebelumnya bahwa postingan berjudul 'Pegiat yang tidak berhobi #1' akan berlanjut dengan cerita lain tentang bagaimana meraih sukses sementara tidak pernah diunggulkan.
IMG_20170824_163438.JPG
Pada awal pemantapan tim sebenarnya ada beberapa persoalan yang kami hadapi dilapangan terutama menyangkut dengan pelatih dan perlengkapan latihan tapi pilihannya cuma biaya pribadi yang harus dikeluarkan dan secara kebetulan saya bertindak sebagai pembina sekaligus pelatih yang pada dasarnya melatih cuma karena tidak ada biaya untuk membayar pelatih yang mapan.
IMG_20160402_221010.jpg

Hari berganti dan kami terus berlatih dengan baik seraya saya mencoba untuk meyakinkan seseorang untuk melatih tanpa harus dibayar dan nasib baik menghampiri ketika pemain-pemain basket kami dianggap ada potensi maka ada banyak tawaran agar bergabung dengan klub basket di luar sekolah, disinilah peran penting harus kita ambil artinya kami bersedia bergabung bersama klub luar sekolah dengan catatan klub tersebut wajib melatih tim sekolah kami dengan tidak dibayar.

Pada petengahan tahun 2015, disinilah puncak prestasi sekolah yang paling tinggi yaitu kami berhasil menjadi kampiun juara 1 liga basket antar SMA Se-Kota Lhokseumawe walaupun pada tahun tersebut kami tidak diundang secara khusus oleh panitia dan secara kebetulan ada tim yang mengundurkan diri karena tidak cukup pemain maka kami hanya dianggap sebagai tim pelengkap.

Dengan anggapan seperti itu tidak membuat semangat kami turun, dengan tim yang memiliki persiapan lumayan baik maka selebihnya hanya dukungan doa dan shalat tepat waktu yang selalu kita biasakan dalam tim sehingga secara lahir batin siap bertanding.

Berbagai anggapan berhasil kami patahkan dengan kemampuan anak didik dilapangan tentu menjadi kebanggan tersendiri tapi tidak seberapa lama kami menikmati kebahagian kemenangan, hampir semua pemain kami lulus dalam mengikuti ujian akhir nasional disekolah kami dan tentunya kami harus menyiapkan pemain-pemain baru untuk even selanjutnya dan tentunya kabahagian dalam kelulusan menjadi hak pemain kami.

Akhir dari semua kegiatan kami untuk menyiapkan tim basket yang baru dan tahun selanjutnya kami tetap mendominasi walaupun tidak menjadi juara 1. Berharap menjadi tim yang matang malah sebaliknya, salah satu pemain andalan tim kami bahkan menjadi salah satu pemain yang sangat dekat dengan saya kembali kepada Allah dalam kondisi sakit dan lebih tragis lagi sakitnya almarhum lebih dominan karena latihan keras dalam tim basket kami. Cerita ini sangat panjang untuk ditulis maka saya akan menulis postingan selanjutnya berjudul 'Pegiat yang tidak berhobi #3 edisi kehilangan'.

Terimakasih bagi steemians yang menyempatkan diri untuk membaca, membagi bahkan meng upvote postingan ini.
DQmS7UNz8Q7PAsAGthU4tjs3gCR8Ear59Hxus9RAu3dCPVp_1680x8400.png

Pegiat yang tidak berhobi #2 | Ecency