Mudik Backpacker #2

Words
289
Reading
2 min
Listen
Play
8y

Mudik Backpacker #2



Jam 6.30 wib pada hari Minggu tanggal 10 Juni 2018 kami meninggalkan kota Banda Aceh dengan semangat full spirite. Perjalanan santai sambil menikmati indahnya suasana pagi dengan panorama pantai Lhoknga yang indah, laut biru dan langitnya juga biru.
Setelah Lhoknga dengan indahnya laut sekarang kami memasuki gunung pertama menuju Barat Selatan Dari ibu kota provinsi Aceh yaitu gunung Paroe. Gunung yang penuh dengan tikungan tajam kala menanjak dan terkadang kala menurun di tengah hutan rimba yang memang dijaga dari jamah manusia.
Dipertengahan perjalanan gunung Paroe, selagi kosentrasi penuh melahap tikungan demi tikungan kendaraan terpaksa berhenti karena kendaraan di depan kami berhenti. Rupanya terjadi macet sepanjang dua kilometer dan tidak bergerak selama dua jam lebih. Setelah mencari tahu rupanya ada truck interkoler dengan muatan beko terperosok kedalam parit barem jalan di tanjakan bawah menuju atas.
Sebagai driver profesional khusus lintas barat selatan dan terbiasa dengan gunung tinggi saya bersikap tenang agar para penumpang merasa nyaman. Padahal diri ini gelisah bercampur gundah karena posisi kendaraan berhenti pas turun dan tikungan.
Setelah datang Pak Polisi untuk mengatur arus lalulintas macet total ditengah gunung Paroe yang angker tersebut pun usai dan perjalanan kami lanjutkan.
Tidak lama kemudian kamiipun mulai mendaki gunung Gerute yang terkenal dengan ketinggian, jalan sempit. Puncak pas Gerute kamipun berhenti untuk beristirahat dan menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan.
Jam 12.40 wib kami sholat zuhur di Meurebo Meulaboh. Alhamdulillah dapat berjamah. Badan menjadi segar, semangatpun bertambah karena mendapat poin shalat berjamaah.
Dari Meulaboh butuh waktu 3 jam lagi baru sampai Manggeng.
Akhirnya kamipun sampai di Manggeng pada saat azan ashar berkumandang dan Alhamdulilah kamipun dapat berjamaah. Badan loyo letih lunglai namun hati senang.
Senang sudah sampai di kampung halaman yang selalu di hati dan terkenang selalu.



Regards


JANVANHOESS

Mudik Backpacker #2 | Ecency