Dulu hamparan tanah luas yang rata dan berbukit kucangku, kugaruk dan kusemai. Bila butiran putik telah muncul akan kusiram dan kupupuk. Akan ku undang angin sepoi, kupanggil hujan riani agar sejuk dan segar serta damai. Terlihat tumbuhan yang menari dengan takzimi sinar matahari dan dedaunan yang lembut dihiasai warna pelangi.
Kelopak bungamu yang merekah harum dan menyeruap, seperti butiran mimpi yang menjadi harapan. Ku gambarkan sebuah kebun yang luas, dengan pohon-pohon kopi yang tumbuh nan rimbun, aku ini hanyalah hamba kerdil yang ingin hidup dengan hasilmu yang anggun. Biarkan aku, serangga dan unggas bercengkraman akur di atas rantingmu yang kuat dan luntur.