.. sambil tersenyum, belum pernah ada anak seusia kamu menampar saya bahkan sang panglima almarhum Tgk pulo sendiri yang begitu dekat dan akrab lebih dari saudara dengan saya kata pak Z, sang cucu semakin bertambah bingung karena kemarin saat bertemu dan menyepakati kehendak tujuan cucu Tgk pulo tidak ada terjadi seperti tamparan yang pak Z katakan.
Rumah mewah ini dan seluruh apa yang ada didalamnya adalah milik kamu apa pun yang kamu mau dari saya Insyaallah akan saya penuhi kata pak Z, tamparan yang saya katakan tadi adalah ketika seorang anak kecil berani menghadapi saya dengan memberikan pemikiran dan fakta di dalam masyarakat selama ini orang hanya bisa menutup mata dan bertiori tapi tidak melakukan apapun cuma bisanya menyalahkan orang lain, tetapi kamu, kata pak Z kepada sang cucu Tgk pulo,datang kemari menepati janji ingin buat es lilin yang di jual sebagai jajanan dengan harga lima rupiah per buah dan hasilnya untuk uang saku yang akan diberikan kepada anak-anak sekolah tidak mampu di wilayah kekuasaan panglima dan wilayah anggota dewan yang terhormat, membuat saya sadar kalau selama ini sebagai dewan yang terhormat tidak makukan apa yang ingin kamu lakukan untuk orang lain.
Sang cucupun mulai mengerti sedikit dan tidak bisa berkata apapun selain medegar cerita pengalaman kisah antara panglima Tgk pulo bersama pak Z di masa perjuangan susah dan senang. Padahal fikiran sang cucu Tgk pulo saat itu disebabkan karena dirumah mewah anggota dewan masa itu satu-satunya orang kaya memiliki fasilitas serba mewah termasuk kulkas atau lemari pendingin yang bisa digunakan untuk membuat es lilin terus di jual dan hasil di bagikan. namun justru lebih dari itu pemikiran pak Z yang sebagai orang terhormat dan anggota dewan.
Sambil mencicipi makanan mewah sang cucu berfikir lagi seperti nya semua rencana kemarin akan gagal, atau pak Z tersinggung, atau pak Z punya rencana lain, dia kan bisa melakukan apa saja dengan kekuasaan yang dimilikinya saat itu, fikiran sang cucu semakin berputar putar sambil makan bersama pak Z yang terus bersemangat berbicara kisah almarhum Tgk pulo. Setelah makan bersama pak Z degan wajah penuh kebahagiaan serta perawakan dan potongan tubuh yang tinggi besar, mulai berdiri dan memanggil pelayanan untuk datang ke meja makan entah apa yang hendak dikatakan pak Z sepertinya agar sang cucu bisa mendengar apa yang dikatakan pak Z......
Bersambung