Ayah...
Senyum mu bagaikan sinar matahari pagi yang bermkilau di setiap tetes embun.
Berapun harganya walau seisi dunia untuk mu tidak akan bisa membayar satu kata amarah mu yang sangat aku rindukan.
Ayah...
Berjuta kata-kata mu dulu berlalu melewati kisah sifat dan kesalahan seakan mimpi yang tak berakhir.
Hanya kenangan nasihat dan pnyesalan iringi langkah hidup ku.
Ayah..
Air mata ku kasih sayang tulus ku cinta anakmu tidak pernah pudar sampai aku dimasa seperti mu
"Rabbirgfirli, waliwalidayya, warhamhuma, qamarabbayani saghira".