Cultivate That Hope

Words
408
Reading
2 min
Listen
Play
9y

hope.jpg

No one wants trouble, your attitude is understood. Your trail has been traced. The conclusion is that we keep a distance when we feel different in our hearts. We come again with a cheerful face, adult attitude, honest in deeds. It's important to understand that I never expect bad things happen. Thinking about it was reluctant.

Each of us can make mistakes, but look with nature. Hope we still grow, so we continue to do what we believe. Until we can look at it without worrying. I was stunned by those who could easily forget the mistakes of others. Walking quietly as if without problems. Be open to what is happening and not force to answer with what they do not know.

Be aware of ourselves, we do not know what other hidden things are hidden. Science us a little, be patient to not rush to guess. Continue to go through all this with pleasure. When we see each other again, we become different people who understand each other, and mutual love. We split up not because of distance, but now we have some differences that we have not put together.

Do not stop to love each other and stay in touch. Take the good that we may be put together one day. Keep smiling, though wounded.


Tumbuhkanlah Harapan Itu

Tidak ada yang menghendaki kesukaran, sikapmu telah kupahami. Jejak mu telah kutelusuri. Kesimpulan itu adalah kita menjaga jarak saat merasa lain di hati. Kita datang lagi dengan wajah ceria, sikap dewasa, jujur dalam perbuatan. Penting sekali dipahami saya tak pernah berharap yang buruk terjadi. Memikirkannya pun enggan.

Setiap dari kita bisa melakukan kesalahan, tapi lihatlah dengan fitrah. Harapan tetap kita tumbuhkan, agar kita terus melakukan apa yang kita yakini. Hingga kita bisa memandang dengan baik tanpa berburuk sangka. Saya terpana akan mereka yang mudah melupakan kesalahan orang lain. Berjalan dengan tenang seolah tanpa problema. Terbuka terhadap apa yang terjadi dan tidak memaksa untuk menjawab dengan apa yang mereka tidak tahu.

Sadari diri kita, kita tidak tahu perkara tersembunyi apa lagi yang gaib. Ilmu kita sedikit, bersabarlah untuk tidak terburu-buru menerka. Teruslah menjalani semua ini dengan ridha. Bila sampai kita bertemu lagi, kita menjadi orang berbeda yang saling memahami, dan saling meridhai. Kita berpisah bukan karena jarak, tapi saat ini kita memiliki beberapa perbedaan yang belum kita satukan.

Jangan berhenti untuk saling menyayangi dan bersilaturahmi. Ambillah yang baik-baik semoga kelak kita disatukan. Tetaplah tersenyum, sekalipun luka.

photo by agingwithdignity.org

Cultivate That Hope | Ecency