Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya membeli buku untuk dibaca, konsumsi buku saya jadi nol besar akhir-akhir ini.
Padahal membaca adalah suatu aktifitas wajib seperti wajibnya seseorang makan dan minum.
Saya tidak tahu apa masalahnya, entah karena malas, atau juga karena membaca bukanlah sesuatu yang menarik di sini.
Buku terakhir yang habis saya baca adalah buku karangan Pidi Baiq. Ya, buku yang sudah diangkat ke layar lebar. Yang membuat saya membaca buku Dilan juga karena saya telah melihat filmnya, sehingga menjadikan saya penasaran dengan jalan cerita selanjutnya.
Tiga buku Pidi Baiq tentang Dilan selesai saya baca kurang dari satu minggu, tentu buku yang saya baca dalam bentuk buku elektronik, alasannya karena susahnya mencari buku untuk dibeli di tempat tinggal saya.
Tulisan kali ini juga bukan tentang resensi buku Dilan karangan Pidi Baiq, tapi lebih kepada sekedar intropeksi diri bagaimana tidak produktifnya saya dalam hal membaca, kalau ada yang bisa dijadikan kambing hitam, maka kambing hitam itu adalah gawai.
Media sosial juga secara tidak langsung sangat berperan penting dalam mengurangi aktifitas membaca, membaca lini masa sama sekali tidak dihitung membaca, karena yang harus dibaca itu harusnya buku dengan tema yang beragam dan membuat pikiran jalan dan berisi.
Ini tidak bisa dibiarkan berlarut terlalu lama, harus ada solusi, saya tidak tahu kapan akan membeli buku baru, tapi untuk saat ini, targetnya adalah membaca buku-buku yang sudah dibeli namun belum sempat disentuh dan dibaca. Mungkin menulis resensi buku sebagai sarana pembelajaran ada bagusnya juga.
Jadi, apa buku terakhir yang kawan-kawan baca?