Kita dan Kuda-Kuda Rindu

Words
172
Reading
1 min
8y
Listen to this post
~1 min

Inilah punggung cinta tempat engkau menyimpan kenangan
Inilah kuduk rindu tempat Ibu menunggu kehadiran

Di sepanjang kanakmu, setiap waktu
Di bening fajar, di garang siang, di ambang petang
Kaki kecilmu berlari, mengejar hamparan.
Bersiap melompat dengan senyuman
Lalu renyah tawamu berhamburan
Memenuhi rongga dada Ibu
Kita pun berkecipak sayang memanjakan hari

10550045_10203719827455295_3757918871657333851_o.jpg

Kini, tulang-tulangmu lebih membaja dari kuda-kuda itu
Bahkan berganti tempat kita bersandar

Engkau menjadi bahu lelah Ibu

Menjadi danau peristirahatan
Menjadi sungai melepas ingatan
Teman bicara di dangau-dangau perhelatan

19145915_10212337111562012_5930046373470086200_n.jpg

Teruslah tumbuh dengan mata kasih
Tanamkan rumput kebaikan bagi hijau semesta
Rindangkan ia dengan kepedulianmu pada sesama

Jadilah pohon merdeka, bagi siapa pun yang menggapai harap
Sayangi kaum Ibu dengan mata batinmu. Dengan kasihmu pada rahim ibu

Dalam mata yang pedih menatap Negeri kita
Ibu menghimpun pinta

1560445_10202302010370754_1468528750_n.jpg

Agar Engkau menjadi daun-daun terapi kelak
Bagi pemulihan, bagi akar yang terus menjalar

Untuk kemanusiaan

Kepada Negeri
yang menyanyangi tubuh perempuan
yang menghargai perbedaan antar penghuni
yang memuara peradaban bagi semua

Jangan ada lagi kerusakan atas nama agama

Ibu di Pojok Rindu
22 Mei 2018

Kita dan Kuda-Kuda Rindu | Ecency