MUSTAHIL seseorang bisa menulis tanpa disertai kemauan membaca. Membaca adalah pondasi dasar seluruh keilmuan di muka bumi. Membaca bukan hanya membuat seseorang mampu menulis, tetapi juga bisa mengenali dirinya sendiri dan mengenal Tuhan.
Dalam dimensi Islam, wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. berbunyi Iqra’ yang artinya ‘Bacalah.” Perintah membaca dari Tuhan yang disampaikan melalui Jibril dilanjutkan dengan ‘Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Perintah ini bermakna bahwa segala sesuatu mestilah diawali dengan membaca nama Tuhan.
Hal yang lebih penting dari itu semua, bahwa perintah membaca datang langsung dari Tuhan. Mengapa perintah pertama Tuhan tidak bukan semisal “Sembahlah Aku” atau “Jangan ingkar kepada-Ku,”? Mengapa perintah “Sembahlah Aku” justru datangnya kemudian, setelah perintah membaca dituurunkan?
Hal ini karena “Membaca” merupakan pondasi dasar keilmuan, termasuk ilmu dalam menyembah Tuhan, mengenal Tuhan dan semesta. Bagaimana mungkin seseorang bisa menyembah Tuhannya jika dia tidak pernah membaca cara-cara menyembah Tuhan? Bagaimana mungkin seseorang bisa tahu sesuatu di alam ini jika dia tidak pernah membaca isyarat alam? Demikian seterusnya, bahwa membaca merupakan pondasi dasar keilmuan dalam jagad raya. Tanpa kemampuan dan kemauan membaca, mustahil seseorang memiliki ilmu lainnya.
Membaca sebagai sebuah titah dari Tuhan dapat dianggap sebagai literasi Ilahiah, yakni literasi yang berasal dari Allah swt. Perintah membaca ini bukan hanya diberikan Allah kepada Muhammad, tetapi juga kepada nabi-nabi lain. Dalam kisah Nabi Nuh as., misalnya, Nuh diminta membaca isyarat alam. Isyarat alam bahwa akan datang banjir raya, Nuh diminta membuat perahu raksasa yang kelak menjadi cikal-bakal ilmu pertukangan.
Selanjutnya, Nuh juga diminta membaca tanda-tanda lain, terutama sesaat sebelum banjir raya datang melanda. Nuh ketika itu diminta membaca tanda alam: jika di tungku dapur rumahnya keluar air, itu petanda banjir yang dijanjikan Tuhan segera datang. Kemampuan membaca tanda alam ini sudah diajarkan kepada Nuh jauh hari yang menjadi isyarat alam bagi setiap manusia sekarang bahwa di antara ciri-ciri akan datang banjir retaknya tanah di dapur bagian tungku lalu mengeluarkan air.
Nabi Sulaiman diberikan kemampuan membaca sekaligus memahami bahasa binatang. Nabi Musa as. diajarkan cara membaca isyarat alam dalam bentuk lain melalui Nabi Khaidir. Nabi Yusuf diberi kemampuan membaca mimpi setiap orang. Bahkan, manusia pertama yang diciptakan Allah swt, yakni Adam as., juga diajarkan membaca, yakni membaca nama-nama hewan (Q.S. Albaqarah: 31-33).
Hal ini bermakna bahwa “Membaca” adalah literasi ketuhanan yang diberikan kepada setiap orang melalui para nabi. Sebelum perintah membaca tersebut sampai kepada setiap manusia, para nabi sudah terlebih dahulu diperintahkan agar membaca. Di sinilah letak penting dan tingginya “membaca” dalam dimensi kehidupan manusia. Oleh karena itu, marilah tingkatkan kemauan dan kemampuan membaca kita. Jika tidak mampu membaca buku setiap hari satu buku, bacalah satu buku untuk dua hari. Jika tdak mampu dua hari, bacalah satu buku untuk satu minggu. Jika belum mampu juga, bacalah satu buku untuk satu bulan. Bilamana belum mampu juga, bacalah alam ini dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Herman RN
==================English Version===============
IMPOSSIBLE a person can write without a willingness to read. Reading is the basic foundation of all scholarship on earth. Reading not only makes a person able to write, but also can recognize himself and know God.
In the Islamic dimension, the first revelation revealed by Allah to the Prophet Muhammad SAW. Iqra 'which means' Read. 'The command of reading from God delivered through Gabriel is continued with' Read in the name of your Lord Who created. This command means that everything must begin by reading the name of God.
It is more important than that, that the command of reading comes directly from God. Why is God's first commandment not something like "Worship Me" or "Do not disobey Me,"? Why does the "Worship Me" command come later, after the reading command is lowered?
This is because "Reading" is the basic foundation of scholarship, including knowledge in worshiping God, knowing God and the universe. How can a person worship his God if he has never read the ways of worshiping God? How can a person know something in nature if he never reads natural cues? And so on, that reading is the basic foundation of scholarship in the universe. Without the ability and willingness to read, it is impossible for anyone to have any other knowledge.
Reading as a decree from God can be regarded as Divine literacy, that is literation derived from Allah Almighty. This commandment of reading is not only given by Allah to Muhammad, but also to other prophets. In the story of Noah (as), for example, Noah was asked to read the natural cues. The natural cue that there will be a flood, Noah was asked to make a giant boat that will become the forerunner of carpentry.
Furthermore, Noah was also asked to read other signs, especially shortly before the flood came. Noah when it was asked to read the sign of nature: if in the kitchen stove his house out of water, it is a sign of the flood that God promised to come soon. The ability to read this natural sign has been taught to Noah long ago which became a natural cue for every human being now that among the traits will come a flood of cracked land in the kitchen of the furnace and water out.
Prophet Sulayman was given the ability to read and understand the language of animals. Prophet Moses. was taught how to read natural cues in other forms through the Prophet Khaidir. The prophet Joseph was given the ability to read everyone's dreams. In fact, the first man created by Allah, Adam, was also taught to read, namely to read the names of animals (Q.S. Albaqarah: 31-33).
This means that "Reading" is the divine literature given to everyone through the prophets. Before the command of the reading came to every human, the prophets had already been ordered to read. Herein lies the importance and height of "reading" in the dimensions of human life. Therefore, let us improve our willingness and our reading ability. If you can not read a book every day one book, read a book for two days. If you can not afford two days, read one book for a week. If you have not been able, read one book for a month. When not yet able, read this nature by reciting the name of your most loving, most loving God.
Herman RN
(Writing Facilitator)