SATRIA BERTOPENG
.
Si upik menangis
Si cikal terisak
Si mbok berbohong
Batu di tanak, 'tak mungkin matang
Bilik bambu bolong-bolong
Berlinang air, mata sembunyi
Teringat isi cepuh-cepuh
'Tak pernah habis di ruang saji
Satria bertopeng pun beraksi
Berbagi penuh kasih
Agar si upik, si cikal, si mbok
Dan semuanya tidak dalam duka
Kanjeng Romo murka
Berdalih panji-panji tahta
Dan dalih hukum agama
Serta merta cemeti bicara
Dua tangan satria bersimbah darah
Rela menerima lara
Menebus prilaku salah
Luka, terdiam dalam istana bak neraka
Kanjeng Ibu pun murka
Mengusir satria dari jelaga jiwa
Serta mengucap kata
"Pergi! jangan kembali, sebelum suaramu dapat mengguncang istana dan semua hati."
Kehendak Illahi dan keyakinan hati
Semua katakata Bunda terjadi
Istana berguncang, hati bergetar
Satria menjadi Sunan Gunung Jati