PUISI ROTI
Alarm oven berdentang
Dua potong rotiku telah matang
Sepotong rasa darah berselai air mata
Sepotong lagi rasa cinta bertabur harta
Para pemesan datang
Roti bertukar uang
Perutku bersorak senang
Ia menang
Alarm oven berdentang
Dua potong rotiku telah matang
Sepotong rasa darah berselai air mata
Sepotong lagi rasa cinta bertabur harta
Para pemesan datang
Roti bertukar uang
Perutku bersorak senang
Ia menang