Assalaamu'alaikum, kenalkan...

Words
494
Reading
3 min
Listen
Play
9y

IMG_20170817_134654_HDR.jpg

Saya aslinya rada malas di bagian memperkenalkan diri. Apalagi kalau mengenalkan diri di forum yang berhadapan face to face dengan banyak orang. Suka grogi dan hilang konsentrasi. Syukurlah, sebagai keharusan bagi new comer, di sini saya cukup mengenalkan diri dengan tulisan. Setidaknya, kalaupun malu-maluin saat dibaca orang, saya tidak melihat langsung raut wajahnya.

Sebagai pembuka, aslinya ingin berkata, "Hai... Saya Hefa, suka membaca, menulis, jalan-jalan, makan-makan, dan berketerampilan. Suka memasak juga, tapi sering dapat peringatan dari suami di hari kerja, "Masak yang mudah aja yaaa..." Sebab beliau khawatir waktu saya yang sudah cukup tersita untuk pekerjaan di kantor, akan tersita lebih banyak lagi di dapur, sehingga nyaris tiada sisa untuk membersamai anak. Malangnya, di hari libur, saya dan atau kami sering banyak acara. Jadinya yaa... Begitulah. Level keahlian memasak saya tetap terjaga standar saja sepanjang waktu. Setiap kali membaca suatu tulisan, katakanlah cerita pendek, saya sering merasa 'ah, saya bisa lebih dari ini'. Tapi ketika akan mulai menulis, tiba-tiba bingung menyusun kata seindah yang telah dibaca. Begitulah saya. Percaya diri di dalam, pemalu dan suka grogi di luar."

Tapi, kenapa saya merasa begitu berlebihan ya? Kepanjangan pula! Katanya tidak suka. Tapiii...

Begitulah. Saya bisa sangat riang dan lincah dalam ide dan tulisan. Tapi akan sangat to the point, pas-pas-an, dan seadanya kala bicara. Eh, tidak ada yang memaksa siapapun untuk percaya. Buktikan saja 😁

Intinya, saya menikmati keseluruhan proses bermain kata, susunannya, ulasannya, segala sisinya. Jadi tidak perlu heran jika suatu waktu kita ditakdirkan bertemu, kalian mendapati saya tidak selincah dan seceria tulisan saya.

Well, menulis memang sangat menyenangkan. Sejatinya bagi saya, menulis menjadi semacam cara mengurai kelindan pikiran di kepala lalu menumpahkan seluruhnya dalam tulisan, sesudahnya saya merasa lega. Penat jiwa, lelah fisik, capek pikiran, dan perasaan-perasaan tidak menyenangkan berkurang setelah terurai dalam tulisan. Banyak menulis juga mampu mengurangi kecerewetan saya sebagai perempuan yang memiliki kebutuhan mengeluarkan 20 ribu sampai 25 ribu kata setiap hari. Menjadilah menulis itu sebagai self healing bagi saya. Upaya menjaga kewarasan dan mengurangi beban pikiran. Harapan selanjutnya? Semoga dengan begitu saya bisa awet muda, hehehe.

Aslinya, saya senang menulis panjang-panjang di akun sosial media. Khususnya facebook, yang jumlah karakternya tidak (lagi) dibatasi. Tulisan saya suka-suka. Macam-macam. Dari cerita sehari-hari, opini pribadi, sampai puisi. Rangkaian kalimat apa saja yang melintas, saya nikmati. Alasan apa yang patut membuat kita membatasi diri?

Lalu ada teman, Kak fardelynhacky@fardelynhacky yang mengompori bergabung ke steemit ini. Pemikiran yang ogah rugi banget dah menjadi alasan si Kakak saat melihat unggahan status facebook saya yang panjang-panjang. Di kompor yang sama ia mengirim link untuk bergabung. Dasarnya sudah terpikir juga mau gabung, tapi masih maju mundur cantik. Eh, sudah dikirim link masih maju mundur juga, kelewatan saya pikir. Ya sudahlah, berbekal link di kolom komentar facebook, bismillaah, sampailah saya di sini.

Sudah dulu ya. Semoga saya betah menulis lama-lama dan banyak-banyak di sini. Sebagai newbie, please kepada teman-teman yang sudah ahli, ajari saya aturan-aturan ber-steemit. Supaya saya tidak salah jalan. Jalan-jalan tanpa arah itu bikin lelah, Jendral!

Assalaamu'alaikum, kenalkan... | Ecency