3.1. Mengkudu
3.1.1. Karakteristik Mengkudu
Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) termasuk family Rubiaceae, mengkudu juga dikenal dengan nama eudo, bengkudu, neten, pamarai, lengkudu, keumude (sumatera), kudu, cangkudu, kemudu, pace (jawa), mangkudu, labanan, wangkudu (kalimantan), teb, wungkudu ai komdo, manaku, dan bakudu (Nusa Tenggara) adalah buah yang rupanya tidak seksi dan memiliki bau menyengat, namun mengkudu memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
3.1.2. Ciri-ciri Mengkudu
3.1.2.1. Ciri-ciri umum
3.1.2.2. Kandungan Mengkudu
3.1.2.3. Manfaat Mengkudu
Mengkudu meningkatkan kemampuan system kekebalan tubuh keteraturan fungsi sel dan regenerasi sel-sel yang rusak. Fakta bahwa mengkudu dapat digunakan dalam berbagai kondisi. Sebenarnya mengkudu dapat diaplikasikan pada berbagai obat penyembuh karena beberapa fungsi dibawah ini:
3.2. Penyakit Yang Dapat Disembuhkan Oleh “Si Buruk Rupa”
“Si Buruk Rupa” atau mengkudu dipercaya bias menyembuhkan beberapa penyakit di antaranya adalah sebagai berikut:
3.2.1 Kencing Manis (Diabetes Millitus)
Diabetes Millitus adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadae gula dalam darah (hiperglikemi) dan kadar gula yang tinggi pula dalam air seni (glukosuria). Penyakit ini biasanya herediter (menurun) dan merupakan penyakit metabolik sebagai akibat dari tubuh yang kekurangan insulin efektif yang merubah gula darah menjadi gula otot (glikogen).
Pada orang normal, segera setelah makan tubuh akan melakukan metabolisme karbohidrat, metabolisme lemak, metabolisme protein dengan masing-masing rangkaiannya yang begitu rumit. Hasil metabolisme tubuh tersebut adalah gula yang nantinya akan diubah lagi menjadi energy, baik itu energi gerak, energy panas, dll.
Itulah sebabnya beberapa saat sesudah makan kadar gula darah akan meningkat. Nah, di saat inilah hormone insulin melakukan tugasnya, yaitu mengubah gula yang ada di darah menjadi glikogen tadi. Jika jumlah insulin kurang banyak, atau kualitas insulin kurang baik, maka kadar gula darah tetap tinggi meskipun sudah beberapa jam setelah makan. Itulah sebabnya pada penderita DM diharuskan mengatur makananya supaya kadar gula darahnya tidak melonjak dalam satu waktu tertentu. Pada DM tipe I bahkan bias terjadi tidak ada produksi insulin sama sekali sehingga terpaksa memerlukan insulin dari luar atau injeksi insulin.
3.2.2 Darah Tinggi (Hipertensi)
Tekanan darah tinggi atau Hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor resiko stroke. Serangan jantung, gagal jantung, dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.
Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan, yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.
3.2.3 Kanker
Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan di sekitarnya (lnvasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut enkologi.
Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan ntegin adalah penghambat aktivitas hormone tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor.
Faktor resiko penyebab terjadinya kanker adalah sebagai berikut:
3.3 Manfaat Mengkudu untuk Penyakit Diabetes Millitus, Hipertensi, dan Kanker
3.3.1 Manfaat Mengkudu untuk Penyakit Kencing Manis atau Diabetes Millitus.
Obat antidiabetik oral buah mengkudu (dipilih yang paling efektif dan aman) sebagai alternative obat modern penyakit diabetes mellitus yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Uji kandungan mengkudu mengandung saponin, cardenolin, bifadienol tannin, dan antrakino. Kandungan proxeronin dalam mengkudu membantu memperbaiki sel beta pancreas yang telah rusak. Selain itu mampu memperbaiki reseptor insulin yang tidak mampu berfungsi dengan baik.