Kuntulan Dance of Banyuwangi

Words
195
Reading
1 min
Listen
Play
8y

Tari Kuntulan adalah salah satu khas tarian kesenian yang di miliki oleh Banyuwangi. Tari Kuntulan pada tahun 1950 saat kesenian hadrah muncul, sangat masih islami atau masih kental bernuansa keislamannya. Musik yang di gunakan untuk mengiringinya adalah musik rebana dan kendang. Pengiring penariya yaitu perempuan dan tembang yang di lantunkan adalah baid-baid burdah, alat musik yang di gunakan enam buah rebana sebagai alat musik yang utama, dan ada penambahan alat musik yang lainnya seperti drum, beduk yang besar, beduk kecil, kenong, kluncing, gong, dan yang lainya. Musik dan tarian mengandung nilai-nilai yang sangat relijius.

kntlan2.jpg

Kuntulan dance is one of the typical dance art that is owned by Banyuwangi. Kuntulan dance in 1950 when the arts of hadrah emerged, very still Islamic or still thick nuanced Islamic. The music that is used to accompany it is the music of tambourines and drums. The accompaniment of the dancers, the women and the songs that are chanted are baid-baid burdah, the musical instrument used in six rebana as the main musical instrument, and the addition of other musical instruments such as drum, big drum, small bucket, kenong, kluncing, gongs, and more. Music and dance contain very religious values.kuntulan1.jpg

Kuntulan Dance of Banyuwangi | Ecency