Topophilia; Natural Village

fooart(47)
Published in
#sndbox
Words
293
Reading
2 min
Listen
Play
8y

...
Jioh ka lon Jak
Kalheuh lon teumeung kalen
Peu nyang ceudah-ceudah
Peuneuget insani
Teuma that ceudah
Peuneujeut Ilahi
Gampong Pat asai lon
Ngen pandangan asli

Peu lom bak watee pade kuneng meusuasa
dimeusu bansi meu-alon-alon lam blang raya
Gundah hatee lon
Hanjeut lon theun lee
meunyoe lon ticem
Lon phe malam u Gampong teuma
image

Penggalan lirik lagu di atas, yang dinyanyikan Almarhum Mukhlis Nyawong berjudul "Teu ingat u Gampong" pada Album linto, dengan terang melukiskan kerinduan pada kampung halaman yang lama ditinggalkan.

Memang tiada lawan, ketika melihat hamparan sawah yang menguning di desa. Damai dan menyuguhkan keindahan. Seakan menyerupai bentangan permadani, hingga ke tumit pegunungan. Hari itu, langit terlihat cerah. Gesekan angin pada bulir-bulir padi yang saling tunduk, terlihat tawadhu'. Bau jerami yang khas, dengan sederhana menguar melegakan saraf.
image
Anak-anak, bermain dengan riang. Suara teriakan mereka kala bermain, mengejutkan sekawan pipit dan terbang di atas kepala. Aku ingat masa kecilku. Usai panen, para petani menumpuk jerami di sawah. Kami bermain sampai gatal dalam tumpukan jerami tersebut. Inilah yang membuat spesial lahir di desa.

Pengalaman yang sangat berkesan dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut terikat erat dalam diri manusia hingga tua.

Beurangkahoe jeut neujak, asai Hana pungo neuh lom, tetap tingat u gampong.

Transfer rasa yang demikian tertancap, para ahli psikolog mengatakan dengan istilah Topophilia. Secara tidak langsung hampir mirip dengan bentuk kasih sayang yang didapatkan sebelumnya pada tempat asal. Terikat dalam perasaan nyaman dan damai. Meski pengaruh globalisasi menimbulkan suasana kampung tak sesyahdu yang kita dapatkan dulu. Namun kerinduan tak bisa lekang.

Untuk lebih kentara suasana usai panen padi di kampung ku, berikut saya tempel beberapa foto saat anak-anak bermain di sawah usai panen.
image



image

image

image

image

image
Salam hangat dari anak-anak desa Beuringen Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, untuk para steemian dimanapun berada.

peace-love-unity-and respect.

Topophilia; Natural Village | Ecency