Minum Kopi Let It Not Crazy

Words
248
Reading
2 min
Listen
Play
8y

IMG_20170709_151149_HDR.jpg
Saya ingin minum kopi dengan caraku sendiri. Ada masalah? Menemukan filosofi sendiri. Folosofi yang otentik, original, murni, suci, tanpa adopsi dari mana dan siapapun. Memangnya ada masalah, jika orang-orang bebas menafsirkan kopi sesuai seleranya? Tanpa ada yang mengatur harus begini, harus begitu. Tidak boleh begini, tidak bisa begitu.

jujur, sebagai penikmat kopi, saya takut diatur-atur. Kata mereka untuk mencapai kenikmatannya ada beberapa cara yang harus dilakukan. Tidak boleh giling halus, suhunya harus sekian. Harus biji kopi yang inilah, yang itulah. Sampai pada waktu, dan alat-alat khusus lainnya. Ada masalah jika saya ingin jeuh'ak, begitu saja. Sederhana saja seperti orang kampung menikmatinya.
IMG20170708112951.jpg
Biarkan orang-orang meminum dengan caranya sendiri. Lidah mereka sendiri, masak ia harus kita yang menjamin enaknya. Orang-orang bebas berfilosofi dengan caranya sendiri. Ada masalah?

Saya tidak akan pernah mau dan terlena dengan benda-benda kekinian dalam meracik segelas kopi, sehingga lupa akan sesuatu yang kasat mata. Saya tidak suka melihat cara brewer atau barista yang membuat acuan minum kopi yang berkualitas. Hana peunteng meu bacut.

Saya menganggap kopi adalah kehidupan. Dan orang-orang bebas menentukan hidupnya sendiri. Ada masalah? Bagi saya, cara menggiling, dan meracik kopi untuk dapat diminum tidak mendefinisikan atau mengganti kualitas hidup kita. Apa lagi cara minum harus dalam gelas seperti ini atau cangkir yang seperti itu. Pakai gula ini, dan mengaduknya harus begitu. Pakek aju inan. Ingat, bagi saya kopi adalah kehidupan. Sedangkan alat-alat seduh yang beraneka ragam adalah ibarat cangkir yang memegang dan mengisi kehidupan itu. Kiban na masalah?
IMG_20170708_094458_HDR.jpg
Jep kupi mangat bek pungo!

Minum Kopi Let It Not Crazy | Ecency