Usai Meet-Up pada tanggal 16 Februari yang berlangsung pada hari Jumat di Cimahi, kami menyempatkan diri mengunjungi 'Galeri Art' yang ada di Bandung. Salah satu galeri yang kami datangi adalah, museum galeri seni patung 'Nyoman Nuarta', di kawasan Bandung Barat. Dan aku akan cerita sedikit untuk para steemian, khususnya buat pecinta seni patung. Mungkin untuk mengenal Nyoman Nuarta, ada baiknya aku kasih tahu sedikit tentangnya. Yang sudah duluan tahu, harap pura-pura gak tahu aja. Karena aku ingin kasih tahu untuk yang belum tahu. Siapa tahu mereka tertarik dan pengen kemari untuk lebih tahu(Maaf kebanyakan 'Tahu'. Habis, menginjakkan kaki pertama di tanah Bandung, sudah kedengaran lagu orang jual tahu...bulet..). "Aduh...kok jadi gini cerita nya".
Patung perempuan di halaman depan galeri
Oke kita kembali ke Bapak Nyoman Nuarta. Dia adalah seorang seniman patung dan pelopor gerakan seni rupa baru, di Indonesia. Lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain(FSRD) Institut Teknologi Bandung(ITB). Nyoman Nuarta bukan hanya sekedar pematung. Melalui seni itu, Ia mewujudkan kritik dan cerminan atas masalah politik, sosial, dan hukum di Negara Indonesia. Beberapa karya patungnya di dalam galeri, menceritakan beberapa kisah memprihatinkan di negara ini.
Lokasi Museum ada di kawasan perumahan Setra Duta, Bandung Barat. Tepatnya, di Jalan Setraduta Raya No L 6Kencana II/11. Sebelum memasuki area museum, ada seekor kuda hitam pada bundaran depan komplek dengan gaya seakan sedang berlari. Kuda yang merupakan hewan sensitif, juga merupakan lambang dari kekuatan dan keindahan adalah representatif dari ruh art yang menyeluruh. Itu yang aku tangkap dari nujumanku, kenapa kuda di pancang pada area paling depan museum tersebut.
Ayo kita masuk ke dalam. Terdapat resepsionis di area depan, yang akan melayani kita. Yang bawa tas, silahkan titip di sana. Di area depan itu, juga terdapat beberapa patung yang terbuat dari besi tembaga. Berhadapan dengan tangga masuk, terdapat cofee shop. Jika lelah boleh nikmati kopi di sana, sambil buat postingan. Hehehe.
Suasana ruang museum lantai dua. Tampak beberapa orang sedang melihat hasil karya Nyoman Nuarta
Patung Nightmare, sosok perempuan Tionghoa yang menyimpan kisah pelecehan seksual pada kerusuhan 1998
Ini menceritakan soal musibah tsunami di Aceh
Tukang korupsi
generasi muda yang hidup hanya untuk berfoya-foya, dan mati sia-sia.
Karya-karya Nyoman Nuarta yang memiliki karakter kuat, menjadi ciri khas dengan banyak memanfaatkan medium tembaga dan kuningan. Namun, ada juga media kawat baja, walau tidak terlalu banyak. Di lantai tiga ada sebuah ruangan teater yang memutar film dokumenter tentang proses pembangunan museum patung "NuArt". Jika penasaran dengan proses pembangunan gedung itu, kita bisa berkunjung ke teater dan menonton film yang dikemas dengan jiwa seni yang sangat dalam.
Nyoman Nuarta