Aku hanya melihatmu sedikit waktu.
Tapi aku tak marah, Ayah.
Karena lelahmu adalah sekolah untukku
Aku harus bersabar menunggu hari
untuk bermain denganmu
Tapi, Aku tak bermuram, Ayah.
Karena kealpaanmu disini, untuk menyediakan mainanku
Faham aku akan lelahmu
Tak lain, karena aku, cita-citaku, dan mimpi besarku.
Diantara gurat letih mata sayumu yang ingin beristirahat.
Tapi kau paksakan bersenda tawa denganku
Menganyam kenangan untuk kuingat saat kau tak ada
Melukis garis waktu kita bersama lalu membingkainya
Kau bukan tokoh fiksi kiasan dalam cerita-cerita hebat di buku.
Tapi kau lebih dari itu.
Nyata untukku
Kau seperti susunan seroja diatas air kehidupanku
menyamarkan riak yang terurai diselanya
Aku tenang…
Kau nyamankan aku, sedang kau berhimpit di kereta pagi dan malam.
Terkadang kau lanjutkan mimpi semalam yang tak nyenyak …
sampai masinis menarik tuasnya.
Hiduplah Ayah, sampai senja.
Karena aku ingin berganti peran
Penampilan Hamdi dan Ahza membawakan Puisi Bait Cinta Untuk Ayah: