Katanya, dia menulis 'Mati lampu.'
Singkat, padat, dan jelas, menggambarkan apa yang lebih dari seminggu ini dilihat dan dialaminya sendiri.
Mau salat magrib, plep... mati lampu!
Mau bikin PR, plep... mati lampu!
Bunda mau masak, plep... mati lampu!
Dan siang itu ketika kami berencana ikut kelas bahasa Jerman yang diasuh oleh Frau Beby, kami gagal berangkat karena mati lampu. Pasalnya, tak ada air untuk mandi (sedang libur jadi kami malas mandi di pagi hari. Lol).
Terima kasih PLN. Karena mati lampu, putraku langsung mendapatkan ide membuat satu kalimat dari kata 'lampu'. Ada mungkin sebulan lagi mati lampu, kurasa dia bisa membuat lebih dari 10 kalimat.