Kompasiona.com
"Nala,” panggil ibu mencari anak semata wayang.
“Iya bu, Nala di sini,” jawab Nala, di ruang keluarga.
“Ternyata anak ibu lagi bermain bersama boneka kesayangannya," gumam ibu muda itu.
“Iya bu, Nala bosan, pengen main di luar tapi hujan terus,” keluah gadis cantik itu dengan bibir manyunnya.
“Aduh, anak ibu jangan sedih. Hujan sudah reda, ibu ajak Nala jalan mau?" Bujuk ibu menyenangkan hati Nala.
"Mau, mau," wajah gadis kecil itu begitu sumringah menyambut tawaran ibunya.
"Sekarang Nala siap-siap, jangan lama ya," pinta ibu pada Nala.
“Siap bu komandan!” jawab Nala tegas.
Ibu dan Nala sudah siap jalan-jalan. Nala dengan sepatu sport berwarna biru dan sepeda kecilnya siap untuk menikmati sore yang masih lembab karena hujan.
“Kita akan ke mana bu?” tanya Nala.
“Hmm... kasih tahu ngak ya, Nala mau tahu aja apa tahu banget,” jawab ibu membuat Nala makin penasaran.
“Aaah ibu, ayo kasih tau Nala,” pinta Nala manja.
“Pokoknya Nala pasti suka, jadi ikut aja ya sayang.”
Dengan rasa penasaran Nala terus mengayunkan sepeda kecilnya mengikuti sang ibu. Sampailah di taman kota yang tidak jauh dari rumah. Ibu langsung mengajak Nala masuk ke sawah yang terdapat di samping taman.
“Waaaah,hijau, indah bu, ini kah maksud ibu?” tanya Nala.
“Ada yang lebih indah sayang, itu,” ibu menunjukkan ke arah timur langit.
“Waaaah, Itu pelangi bu. Nala suka pelangi.” Dengan gembira Nala menatap pelangi itu dengan gembira.
“Indahkan?” tanya ibu.
“Sangat indah bu, ibu guru mengajarkan Nala lagu pelangi. Ada 7 warna merah, kuning, hijau, nila, jingga, kuning, dan ungu,” jelas Nala dengan gembira.
“Anak ibu pintar ya.”
“Nala ingin seperti pelagi?”
“Kok?”
“Biar hidup Nala berwarna warni, tidak hanya satu, pasti indahkan bu?”
“Ia sayang?”
Usai melihat pelangi dan membuat mimpi. Nala dan ibu pun pulang dengan gembira.