Berjemur, menyerap vitamin D
Hampir setahun sejak kami menerima sepasang kucing menjadi teman di rumah. Kedua anak kucing itu sudahenjelma jadi Raja dan Ratu dengan segala tingkah polahnya yg bikin geleng-geleng kepala. Terutama bila lapar dan menunggu waktunya makan.
Istri saya selalu punya baham cerita tentang keduanya. Mulai dari Lemon yg suka keluyuran ke Mesjid dan guling-guling di Aspal, sampai Menlu yang suka bertualang di atap mencari jalur tikus kalau tidak bisa masuka karena keasyikan main di luar sampai tengah malam. Ya.. keduanya bukan kucing rumahan, karena mengurung kucing itu repotnya bukan main😂😂.
Tempat terlarang untuk boci atau main adalah kamar tidur kami. Namun Lemon sering melanggar aturan itu. Kadang-kadang dia nekad masuk kamar dan naik ke tempat tidur menunggu istri saya bangun untuk memberinya makan. Tentu saja setelah sebelumnya merengek-rengek di depan pintu😐
Beberapa hari lalu, Lemon menghilang dari siang sampai pagi keesokan harinya. Biasanya sekitar pukul 11 malam atau paling telat pukul 2 pagi, dia akan pulang untuk makan malam. Namun hari itu, kami tidak menemukannya di mana-mana. Mesjid bahkan rumah tetangga sebelah tempat dia biasa bertemu dengan teman kucingnya. Pagi sekitar pukul 6.30, kami terkejut mendengar suara rengekannya di bawah jendela kamar. Istri saya pun sontak terbangun membiarkannya masuk dan menyiapkan makanan lalu kembali ke tempat tidur. Tak lama kemudian Lemon pun menyusul, mau minta maaf pastinya.
Kedua kucing itu punya keahlian yg berbeda. Menlu lihai menangkap semua yg terbang rendah dengan kemampuannya bergerak elegan seperti ratu. Dia tahu di mana liang tikus dan menunggu untuk disergap, lalu menyerahkan pada Lemon untuk dimainkan.
Seingat saya, Menlu pula yang mengajari Lemon si kucing jalanan untuk memanjat hingga atap dan menguasai pintu-pintu rahasia yg ditemukan Menlu. Meski tak selalu akur, keduanya bisa saling membantu saat musuh memasuki wilayah kekuasaan mereka.
Kedua kucing kampung ini sering pula bikin repot istri saya😂 tak jarang Menlu dan Lemon menyimpan bangkai cicak dalam sepatu istri saya, yg hanya diketahui saat hendak dipakai. Belum lagi kebiasaan membawa "hadiah" seperti tikus, katak, burung, kecoak, cicak hingga ngengat mesir😑 padahal ngengat mesir itu dibutuhkan untuk penyerbukan aneka jenis bunga yang ada di sekitaran rumah terutama bunga lili laba2.
Gaya tidurnya selalu begitu bila siang hari. Meskipun kadang2 dia tidur seperti itu saat menunggui istri saya masak di dapur, seolah2 ada tembok disisinya. Soal keinjak, Lemon mungkin sudah kebal😂 lokasi kesukaannya bila tidur di dalam rumah ya di depan pintu. Pintu depan, pintu kamar mandi dan pintu kamar tidur kami. Sedangkan Menlu sudah belajar dengan baik, tidak mau terinjak maka tidur di sofa, maklum... turunan Ratu mungkin😁.
Kehadiran sepasang kucing ini dalam kehidupan sehari-hari telah membuat banyak perubahan. Bulu kucing yg menempel di karpet😯 ikan salam rebus yang harus selalu tersedia (syukurnya mereka tidak terlalu suka tuna rebus, jadi bisa bust saya dunk dimasak teutumeh😉), toilet kucing khusus dengan pasir berharga 100rb/20kg, perkelahian palsu menjelang makan, bergulung di sajadah saat kita sedang shalat dan yang paling menyenangkan adalah Ayah Saya yang dulunya kerap melempari kucing itu, bisa menunjukkan kasih sayangnya kepada Lemon dengan baik dan tak jarang berbicara pada Lemon serta membelikannya makanan kucing juga.
terkadang kita memang harus berani mengambil keputusan untuk menerima makhluk lain menjadi bagian dari hidup kita dan bertanggung jawab terhadapnya meskipun makhluk itu tidak bermanfaat besar seperti sapi dan kambing atau anjing.
Hidup menjadi tidak terlalu membosankan dengan kehadiran mereka. Alhamdulillah, tidak perlu jauh-jauh cari hiburan, becandain kucing saja😉
Terima kasih sudah mampir, lagi banyak kerjaan niyh, postingan cuma sekedar ada saja dah.