“Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu”.
Foto Hujan
Akhir-akhir ini saya merasa cuaca sangat panas. Dan tiba-tiba saja saya begitu merindukan hujan. Tentunya dalam porsi yang sewajarnya.
Melihat barisan hujan yang jatuh membasahi pepohonan membawa kesan damai dan beberapa momen kejadian di masa lalupun bermunculan. Entah itu tentang yang menyedihkan atau membahagiakan. Semua terlintas begitu saja. Dalam ritme hujan pikiranpun mengembara.
Sementara banyak orang mungkin merasa terganggu atau bahkan tidak nyaman dengan datangnya hujan, karena mungkin hujan bisa menggagalkan deadline yang telah mereka jadwalkan.
Tapi adalah baik untuk mengingat bahwa hari-hari hujan tidak seburuk itu. Bisa jadi banyak janji yang batal atau tugas lapangan yang tidak bisa dikerjakan saat hujan turun atau jadwal rencana kita mungkin berubah, tetapi kita juga harus harus melihat sisi baiknya.
Dengan turunnya hujan, lahan-lahan kering dan retak akan kembali pulih. Tanaman yang mengering mulai segar dan alampun kembali hujau. Hujan membawa harapan baru bagi para petani. Ya bagi sebagian orang hujan adalah harapan, mereka menantinya seperti yang lainnya menanti munculnya pelangi atau terbitnya matahari.
Sesutau yang spesial juga dari hujan adalah aroma udara yang tercium sehabis hujan. Aroma segar bersahaja yang mengisi udara selama beberapa menit setelah hujan atau petrichor. Walaupun tidak setiap jenis hujan mampu menghadirkan fenomena ini.
[Gbr. Hujan dan Fenomena Petrichor]
Petrichor ( / p ɛ t r ɪ k ɔːr / ) adalah aroma yang bersahaja dihasilkan ketika hujan jatuh pada tanah kering. Kata ini berasal dari bahasa Yunani πέτρα petra , yang berarti "batu", dan ἰχώρ īchōr , cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani. Istilah ini diciptakan pada tahun 1964 oleh dua peneliti CSIRO Australia , Isabel Joy Bear dan Richard G. Thomas, untuk sebuah artikel di jurnal Nature . [wikipedia]
Penyebab Terjadinya Fenomena Petrichor
Gbr. Bakteri Actinomycetes
Spora bakteri Actinomycetes
Bakteri Actinomyces akan melepaskan spora ke tanah pada saat kondisi kering dan ketika turun hujan, spora-spora tersebut akan rusak dan sebagian molekulnya akan lepas ke udara. Peristiwa lepasnya spora ke udara inilah yang memberikan aroma khas selelas hujan.Senyawa Geosmin yang berasal dari bakteri Actinomycetes.
Bakteri actinomycetes juga akan mengeluarkan senyawa kimia lain yang bernama geosmin. Senyawa ini adalah senyawa yang dikenal memiliki aroma bumi. Senyawa ini akan dihasilkan ketika bakteri tersebut mati.
Senyawa ini akan mengendap di dalam tanah, dan hujan akan membawa senyawa tersebut ke udara dan tercium oleh manusia. Senyawa ini akan diserap oleh bebatuan dan akan menguap ke udara saat terjadi hujan.Senyawa sejenis minyak yang dihasilkan oleh tumbuhan.
Senyawa ozon.
Pada saat terjadi halilintar, sebagian ozon akan pecah dan terbawa ke udara. Inilah yang memberikan efek aroma metalik pada petrichor.
Demikian sekilas postingan saya tentang hujan, bagi saya hujan bukan hanya moment yang romantis tapi juga saintis.
Kesimpulan:
Jenis hujan tertentu dapat menyebabkan munculnya petrichor dan hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu.