Seteguk demi seteguk, menyerumput kopi pagi ditemani beberapa potong kue serasa lengkap sudah meski rokok sisa semalam tinggal dua batang lagi...
Melupakan sejenak ayat-ayat konstitusi dari agama demokrasi yang semeraut tak menentu lagi, korupsi semakin menjadi-jadi, money loundry disana-sini....
Wah biarlah aku menepi sambil menikmati secangkir kopi... suasana hening begini jauh dari keramaian terasa sangat damai dan tenang...
Sejenak kenangan elegi cintaku kembali terkenang, wah masih saja tetap terbayang lembutnya belaian tangan mu...
Ah... sudahlah rokok ku masih ada sebatang lagi biarlah kunikmati ini dulu, pergilah engkau wahai kenangan....