Hello friends, have you ever in your life just filled the holidays, yes of course. Sometimes I am a hard worker so I don't have much time to enjoy the weekend but as time goes by, my body feels tired so I really want to enjoy myself by enjoying the natural beauty that is in my country. From where I live to this super majestic place, it's worth spending a day trip, using a two-wheeled vehicle
Halo teman-teman, pernahkah dalam hidup Anda hanya mengisi liburan, ya tentu saja. Terkadang saya seorang pekerja keras sehingga saya tidak punya banyak waktu untuk menikmati akhir pekan tetapi seiring berjalannya waktu, tubuh saya terasa lelah sehingga saya sangat ingin menikmati diri saya sendiri dengan menikmati keindahan alam yang ada di negara saya. Dari tempat saya tinggal ke tempat yang super megah ini, ada baiknya menghabiskan perjalanan sehari, menggunakan kendaraan roda dua
When I visited the Central Aceh area, I saw the natural potential that was very index with various kinds of growth, the average Acehnese people had jobs in agriculture and plantations, especially coffee. Maybe you've heard of gayo coffee
Ketika saya berkunjung ke daerah Aceh Tengah, saya melihat potensi alam yang sangat indeks dengan berbagai macam pertumbuhan, rata-rata masyarakat Aceh memiliki pekerjaan di bidang pertanian dan perkebunan khususnya kopi. Mungkin Anda pernah mendengar tentang kopi gayo
Arriving in this area, I was amazed to see the conditions in this place are so perfect. Have you ever imagined how beautiful this place is, I think if you visit this area you will definitely feel very comfortable, especially since the city is surrounded by high mountains.
Sesampainya di kawasan ini, saya terkesima melihat kondisi di tempat ini yang begitu sempurna. Pernahkah Anda membayangkan betapa indahnya tempat ini, saya rasa jika Anda mengunjungi kawasan ini pasti Anda akan merasa sangat nyaman, apalagi kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang tinggi.
One full day I took a walk to this area. The most interesting thing is that this area has an average cold temperature of 19 degrees Celsius, with my body still not feeling this cold at all, as if it was stiff and very vibrating against the cold.
Satu hari penuh saya jalan-jalan ke kawasan tempat ini. Yang paling menarik adalah daerah ini memiliki suhu dingin rata-rata 19 derajat Celcius, dengan tubuh saya masih tidak merasakan dingin ini sama sekali, seolah-olah terasa kaku dan sangat bergetar melawan dingin.
It has been a very tiring journey for me, although I am very tired but there are many stories that I have to tell my friends, both here and out there. I always thought that this world was not what I imagined it to be but it turned out to be beyond my expectations.
Ini adalah perjalanan yang sangat melelahkan bagi saya, meskipun saya sangat lelah tetapi ada banyak cerita yang harus saya ceritakan kepada teman-teman saya, baik di sini maupun di luar sana. Saya selalu berpikir bahwa dunia ini tidak seperti yang saya bayangkan tetapi ternyata di luar dugaan saya.
On the way home, it rained again, this really made my soul numb, I had endured the cold with these conditions, plus it was raining heavily. Then in the middle of the trip I started to warm up by resting in a very popular cafe in the Mount Salak area, I spent time here until the evening.
Saat perjalanan pulang, saya kehujanan lagi, ini benar-benar membuat jiwa saya mati rasa, saya sudah menahan dingin dengan kondisi seperti ini, ditambah lagi hujan deras. Kemudian di tengah perjalanan saya mulai menghangatkan badan dengan beristirahat di sebuah kafe yang sangat populer di kawasan Gunung Salak, saya menghabiskan waktu disini hingga malam hari.