Sahabat stemians semuanya dimanapun anda berada, kali ini saya akan bagikan kalkulasi/perkiraan beda biaya antara panenan padi sawah dengan menggunakan teknologi jika dibandingkan dengan manual dan semi teknologi.
Hari ini saya papen padi dengan luas areal 4(empat) rante dengan menggunakan teknologi membutuhkan biaya Rp. 100.000/rante totalnya Rp. 400.000,-(empat ratus ribu rupiah) dan padi sudah dalam karung dan siap untuk diangkut kerumah atau ketempat toke untuk dijual dan padi yang saya dapatkan sebanyak 960 bambu atau 30 kwintal. (6 gunca)
Sedangkan biaya untuk panen dengan manual dan semi teknologi juga untuk areal 4 rante sebagaimana gambar dibawah adalah sebagai berikut :
- Tukang potong padi 5 HOK X Rp. 70.000 = Rp. 350.000.-
- Snack tukang potong padi 5 HOK X 2 kali X Rp. 5.000 = Rp. 50.000.-
Tukang kumpul sebesar Rp. 80.000 X 4 rante = Rp. 320.000.-
Snack untuk tukang kumpul biasanya 4 orang X Rp. 10.000. = Rp. 40.000.-
Untuk ongkos perontokan padi 1 Gunca (10 Naleh X 16 bambu) sebanyak 1 kaleng (13 Kg) harga Rp.4.500./Kg. = Rp. 58.500. dikalilan 6 gunca = Rp. 351.000.-
Snack untuk tukang perontokan 5 orang X Rp. 12.000 = Rp. 60.000.-
Jadi Total pengeluaran untuk ini adalah 350.000 + 50.000 + 320.000 + 40.000 + 351.000 + 60.000 = Rp. 1.171.000.
Perbedaan dengan mengggunakan manual/semi teknologi dengan menggunakan teknologi adalah Rp. 1.171.000 dikurangi Rp. 400.000 = Rp. 771.000.-
Sahabat sekalian sungguh jauh berbeda biaya yang harus ditanggung oleh petani padi dengan menggunkan teknologi dan dengan tidak menggunkan teknologi.
Demikian sahabat stemians sekalian pengalaman ketika saya panen padi sawah hari ini