ORANG KAYA BERMENTAL MISKIN | Rich People With Poor Mentality
Pernahkah kalian melihat seorang yang sangat kaya dan kalian iri melihat kehidupannya ? Jika kalian pernah iri dengan kekayaan yang dimiliki seseorang, hal itu sangat wajar tapi sangat tak baik jika kita terus menerus menumpuk rannsa iri itu.
Hari ini saya akan menceritakan tentang kehidupan seseorang yang sangat kaya tapi ternyata kehidupannya tak seindah seperti yang dibayangkan. Keluarga kaya ini terdiri dari suami , istri dan tiga orang anak. Sang suami sangat kaya , mereka memiliki 3 buah ruamh dan lima mobil. Setiap hari sang suami bisa bolak - balik mengganti mobil yang akan dia kendarai. Tapi yang terlihat waw bagi kita ternyata sangat berbeda bagi dengan kenyataan. Kelima mobilnya tidak boleh dikendarai oleh istri dan anaknya, dengan alasan takut kecelakaan. Sehari - hari sang suami bertingkah layaknya bos besar yang bisa mengatur istri dan ank - anak mereka, terutama anak mereka yang sulung yang telah beranjak remaja. Setiap perintah yang keluar dari mulut suaminya harus dituruti, jika tidak dia akan mengamuk dan tak segan memaki - maki dengan kata kasar.Sang istri dan anak mereka sangat tertekan, belum lagi kalau bicara tentang pengeluaran, semua pengeluarana harus tercatatkan, bahkan untuk belanja ke tukang sayur sekalipun. Sang suami selalu ingin tau pengeluaran secara mendetil. Kehidupan mereka memang kaya dan makanan selalu ada ada di meja, tetapi rumah mereka dingin dan tegang. Tidak boleh ada yang membantah dan protes dengan keadaan itu, jika mau protes, dia tak sungkan mengusir orang itu dari rumah.
Kini anak - anak mereka telah menikah dan tinggal di rumah terpisah dari mereka, si bungsu yang dipersiapkan untuk satu tempat tinggal dengan merekapun ternyata menolak tinggal bersama dengan alasan kantor yang jauh dari rumah. Ketiga anak mereka bukan anak - anak yang ceria melainkan anak - anak yang dingin dan susah tersenyum.Mantu merekapun tampak terpaksa mengunjungi mertuanya. Sang suami masih bertingkah seperti boss walaupun kini dia sudah tua dan sudah terkena stroke, sang istri tetap diperlakukan seperti pembantu, hanya sekarang yang berbeda sang istri mulai sedikit berani kepada suaminya, karena suaminya kini sangat bergantung kepadanya.
Coba bayangkan kalian menjadi orang kaya yang seperti itu, yang memiliki harta melimpah tapi soal menikmati, kalian punya aturan yang sangat ketat dan hidup terpenjara seperti itu. Bukankah lebih baik hidup sederhana tapi bisa menikmati setiap berkata yang dimiliki, makan nasi, tempe dan tahupun membuat bahagia dari pada makan nasi dan daging tapi hati kosong tak ada cinta didalamnya.
Jangan terlalu gampang tergiur dengan kekayaan, karena kekayaan hanya kulit saja. Lebih baik menjadi orang yang bersyukur dari pada orang kaya yang tidak tau cara menyukuri kekayaannya. Orang - orang seperti itu seakan - akan seperti orang kaya yang yang belum siap menjadi kaya, mereka masih memiliki mental orang miskin yang segala sesuatu harus dihitung detil , sehingga urusan kasih sayang pun ada hitungannya. Lebih baik menjadi orang miskin yang bernmental kaya, yang tidak hitung - hitungan dalam pemberian dan kasih , yag tau rejeki harus disyukuri dan keluarga harus disenangkan.
Have you ever seen someone so rich and envious of your life? If you ever envy the wealth of someone, it is very natural but it is not good if we continue to pile up the envy.
Today I will tell about the life of someone who is very rich but it turns out his life is not as beautiful as imagined. This rich family consists of husband, wife and three children. The husband is very rich, they have 3 ruamh and five cars. Every day the husband can go back and forth to replace the car he will drive. But that looks waw for us is very different for the reality. His five cars should not be ridden by his wife and son, for fear of accident. Everyday the husband behaves like a big boss who can manage their wives and ank - their children, especially their eldest son who has been teenagers. Every command that comes out of the mouth of her husband must be obeyed, otherwise he will rampage and do not hesitate to cuss with a rough word.Sang wife and their children are very depressed, not to mention when talking about expenditure, all expenditures must be registered, even for shopping to the artisan vegetable though. The husband always wanted to know the expenditure in detail. Their lives are rich and food is always there at the table, but their house is cold and tense. No one should argue and protest with the situation, if you want to protest, he did not hesitate to evict the person from home.
Now that their children are married and living in separate homes from them, the youngest who is prepared for a single dwelling with them refuses to stay with the reason for the office away from home. Their three children are not cheerful children but cold and hard-earned children. They also seem to have been forced to visit their in-laws. The husband is still acting like a boss even though now he is old and has been hit by a stroke, the wife is still treated like a maid, only now that different the wife began a little daring to her husband, because her husband is now very dependent on him.
Just imagine that you become rich people like that, who have abundant wealth but the matter of enjoying, you guys have very strict rules and living imprisoned like that. Is not it better to live simple but can enjoy every say owned, eat rice, tempeh and tahupun make happy than to eat rice and meat but empty heart there is no love in it.
Do not be too easily tempted by wealth, because the wealth is only skin. It is better to be grateful than the rich who do not know how to take their wealth. Such people seem to be like rich people who are not yet ready to be rich, they still have the mentality of the poor that everything must be calculated in detail, so the affairs of the affairs also count. Better to be a rich, wealthy rich man, who does not count - the count in giving and love, yag tau fortune to be grateful and family should be pleased