Mahasiswa hilang harapan
Di saat awal masuk perkuliahan seorang mahasiswa yang nampak besemangat di saat menjalani awal perkuliahan. Beberapa bulan kemudian bahkan di semester satu mahasiswa itu bisa di katakan mogok dalam perkuliahan bahkan tidak ikut ujian final di semester satu. Hal tersebut membuat orang tuanya berfikir bahwa mahasiswa itu membutuhkan motivasi untuk masa perkuliahannya, sehingga ia dapat kuliah seperti mahasiswa lainnya yang mampu menyelesaikan kuliahnya, orang tuanya juga memotivasikannya untuk menyelesaikan setiapnya mata pelajarannya di semester yang akan datang.
Motivasi yang diberikan orang tuanya membuahkan hasil, dia menyelesaikan setiap mata pelajaran kuliahnya dengan baik, hingga pada semester lima ia mencalonkan dirinya sebagai salah satu ketua organisasi jurusannya, yaitu DEMA (Dewan Mahasiswa). Akan tetapi ia kembali kehilangan semangat dalam masa perkuliahannya, karena saat proses pemilihan ketua dema terjadi kecurangan dari pihak lainnya, dimana terjadinya aklamasi dari pihak kampus yang membuat mahasiswa itu gugur sebelum bertanding dalam proses pemilihan ketua dema, namun ia tidak menyerah begitu saja, ia tetap melakukan upaya yang di rencanakan supaya aklamasi dari pihak kampus di batalkan dan terlaksanakan pemilihan ketua dema secara demokrasi. Ternyata hal tersebut tidak membuahkan hasil sehingga mahasiswa tersebut memilih untuk menonaktifkan kuliahnya karena merasa di kucilkan oleh pihak kampusnya sendiri.
Sekarang mahasiswa tersebut ingin membangkit kembali dan mengikuti semua mata pejalajaran yang belum tuntas dan ingin membahagiakan orang tuanya.