Kopi mana kupi

Words
221
Reading
1 min
Listen
Play
8y

Nongkrong di warong kopi sudah menajadi tardisi masyarakat Aceh dan generasi muda saat ini, sebuah gaya hidup, sekedar memesan secangkir kopi atau minuman lain dan beberapa suguhan makanan kecil yang menjadikan siapa saja para pengunjung betah berlama-lama warkop Tersebut. Terlebih lagi perjumpaan dengan seorang kawan atau kolega untuk membahas perihal apapun; politik, olahraga, percintaan, pendidikan, filsafat, seni hingga teori keTuhanan dan sedikit hal-hal nakal berbumbu lawan jenis. Dan sebagian pula mengajak kekasih atau pujaan hati menikmati kopi dan seakan-akan menciptakan aura romantisme di ruang pribadi.

image

image

image

image

Di Aceh baik di kota atau di daerah pedalaman telah menjamur kedai-kedai kopi di tiap sudut strategis dimana anak-anak muda, tua, dan dari berbagai kalangan membaur dan berkumpul di setiap hari. Tiap-tiap kedai kopi menyajikan berbagai keunggulan racikan kopinya.semua kopi asli Aceh pokoknya.

Hingga saat ini kopi tak hanya dikemas di warung dan kedai kecil tapi juga dalam nuansa cafe, dan restaurant untuk lebih menonjolkan sebuah status dalam sosialisasi masyarakat. Bahkan tak jarang para ekspatriat datang kesini untuk menikmati menu kopi racikan tradisional asli Aceh. Ini menyiratkan sebuah fenomena bahwa "ngopi" telah menjadi identitas masyarakat Aceh, bahwasanya mereka telah mengalami modernitas perilaku, pergerakan hidup yang cepat dan dijadikan pula sebagai media inspirasi berbagi wacana dan pencarian ilmu pengetahuan di saat ngopi inilah budaya ngopi harus dilestarikan di serambi mekkah ini, ayo kita ngopi kawan...

Wassalam
@Blacksweet24

Kopi mana kupi | Ecency