Tiga Catatan 25 Februari 2018

Words
318
Reading
2 min
Listen
Play
9y

KPBMI-c.jpeg

Catatan di Pecinan

Turun dari angkutan umum, masuk melangkah, menyusuri Pecinan di ibu kota republik ini, disambut kertas-kertas merah berkaligrafi Tionghoa, tak kumengerti namun bisa jadi berisi kegembiraan dan ucapan syukur menyambut Imlek yang baru saja dirayakan.

Baru saja dirayakan, seperempat abad pun belum, meski budaya Tionghoa telah berabad berbaur jadi satu dengan penduduk nusantara, tapi baru saja dirayakan, kembali setelah puluhan tahun, terdiam teronggok tersimpan terkunci, “Hapus segala budaya Cina!”, teriak rezim Orba.

Teriak rezim Orba mengharu biru, ketakutan segera menghapus segala identitas, sampai Reformasi lahir, yang meski harus dilewati dengan pengorbanan habis-habisan, budaya Tionghoa bangkit lagi, dan kini sepertiku, bisa aman menyusuri Pecinan, menyaksikan kertas-kertas merah berkaligrafi Tionghoa, menikmati beragam budaya yang menambah indah ragam negeri tercinta ini.

Vihara Tanda Bhakti – Jakarta, 25 Februari 2018

KPBMI-e.jpeg

Catatan di Vihara

Pagi hari sampai sudah di sini
menyapa sang macan loreng di dinding kiri
sebelum bersiap ikuti diskusi
ramai di Vihara Tanda Bhakti,
berseri.

Berabad-abad lalu nenek moyang mereka
datang ke sini berkembang biak
berbaur warga anak beranak
terus sampai kini di Jakarta kita,
bersama.

Tak bisa terbayangkan
betapa sepinya tanpa mereka
dari seni musik, tari, sampai kebaya
juga beragam minuman dan makanan yang ada,
hambar.

Jadi, jadilah
terus bersama selamanya
negeri ini untuk semua
rakyat maju, negara jaya.

Vihara Tanda Bhakti, 25 Februari 2018

KPBMI-b.jpeg

Catatan Makan Laksa

Makan laksa di Pancoran Glodok, kedai kecil bersih di tengah perkampungan, masuk ke dalam gang, berbagai-bagai penjual makanan, buah, sampai aksesoris, baju, bahkan alat sembahyang,. Ramai.

Makan laksa sambil minum es liang teh, ada juga kudapan cempedak dan pisang goreng, nasi uduk tak ketinggalan, tentu mie tak boleh dilupa, bakcang, kue keranjang, apa saja ada. Nikmat.

Makan laksa di tengah kerumunan orang di Pecinan, bukan hanya kaum Tionghoa, lelaki Jawa berkopiah putih, lewat pula dua remaja keturunan Timur Tengah, semua jadi satu. Berbaur.

Ramai
Nikmat
Berbaur
kurasa saat makan laksa di Pancoran Glodok.

Pancoran-Glodok, 25 Februari 2018

(Foto-foto karya penulis/BDHS)

Tiga Catatan 25 Februari 2018 | Ecency