Dalam bahasa Inggris, bunga widuri disebut crown flower, mudar plant, atau giant milk weed. Jika bagian tanaman ini digores, maka getah akan keluar darinya. Getah ini memiliki rasa pahit dan kelat, yang bersifat racun. Bunga widuri membutuhkan cukup cahaya matahari, untuk tumbuh dengan baik.
Kandungan kimia dari bunga widuri
Senyawa glukosida yang terdapat di dalam bunga widuri seperti kalotropin, kalotoksin, dan fuscharin. Akar widuri mengandung flavonoida, saponin, damar pahit, dan damar asam. Daunnya mengandung polifenol, kalotropin, floavil, damar, dan alban.
Akar widuri memiliki sifat diuretik, kolagoga, diaforetik (peluruh keringat), emetik, dan meningkatkan fungsi enzim pencernaan. Bunganya berkhasiat sebagai penambah nafsu makan, sedangkan daunnya berkhasiat sebagai rubifasien dan penyembuh gatal. Getahnya dapat digunakan sebagai obat pencahar.
13 Manfaat Bunga Widuri Sebagai Obat Alami
1.1. italicitem Mengobati Sakit Gigi
Untuk meredakan nyeri akibat gigi berlubang , oleskan getah widuri dengan hati-hati. Terapkan hanya pada gigi berlubang, tidak pada gigi sehat.
Bunga widuri berguna untuk mengobati peradangan pada dinding lambung, atau biasanya disebut gastritis. Caranya, rebus ⅓ genggam bunga widuri bersama 3 gelas air, hingga menyisakan 2 ¼ gelas air saja. Tambahkan madu murni, minum airnya setelah dingin masing-masing ¾ gelas, tiga kali dalam sehari.
Untuk melawan racun karena gigitan ular, kunyah akar widuri sepanjang 5 cm. Telan airnya, dan tempelkan ampasnya pada luka.
Rebus bunga widuri kering sebanyak 0,1 gram ke dalam 3 gelas air, hingga ainya berkurang 2 gelas. Minum setelah airnya dingin.
Haluskan akar widuri, tambahkan tepung beras dalam jumlah yang sama. Aduk kedua bahan hingga rata, kemudian gosokkan pada bagian tubuh yang terasa lelah.
Cukup dengan meneteskan getah widuri pada area kulit yang tertusuk oleh duri, maka duri halus dapat dikeluarkan dengan mudah.
Untuk mempercepat penyembuhan bisul, oleskan getah widuri pada kulit yang timbul bisul.
Oleskan getah widuri pada ketiak atau bagian tubuh lainnya yang mengalami pembengkakan kelenjar.
Haluskan daun widuri dengan menumbuknya, peras untuk mendapatkan airnya. Teteskan air ini pada luka akibat sariawan.
Untuk meredakan batuk bandel, seduh 500 mg bubuk yang terbuat dari akar widuri kering ke dalam segelas air panas. Saring dan minum airnya selagi hangat.
Gabag atau campak dapat diobati dengan tanaman widuri. Caranya, sediakan daun widuri segar, daun asam jawa, kunyit , dan pegagan. Semua bahan dalam takaran yang sama yaitu sekitar 15 gram. Rebus semua bahan bersama 3 gelas air sampai airnya menyusut separuh. Minum dua kali dalam sehari, masing-masing sebanyak ¾ gelas.
Campur getah widuri dengan kapur sirih secukupnya, kemudian terapkan pada kutil. Lakukan perawatan dengan rutin setiap hari, sampai kutil hilang.
Daun widuri juga efektif untuk mengobati penyakit kudis, panu dan gatal- gatal. Caranya, segenggam daun widuri dicuci hingga bersih, kemudian panaskan di atas api kecil hingga layu. Tambahkan ¼ sdt kapur sirih, tumbuk keduanya hingga terbentuk pasta kental. Oleskan pasta ini pada area kulit yang bermasalah.