Teman.
Tak dipungkiri lagi bahwa kita akan selalu bertemu dengan mereka setiap hari dan setiap waktu. Semua makhluk yang hidup pasti memiliki teman. Seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Tetapi hakikat teman lebih terasa dan dalam dari makhluk hidup yang bernama manusia. Kenapa? Karena manusia memiliki akal dan perasaan yang salah satunya tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain. Kehadirannya pun dengan beragam spesies, beragam personal dan memiliki gaya khas dan unik masing-masing. Dan satu lagi, permasalahan yang datang karenanya.
Terkadang ia datang membawa pelangi yang setiap saat kita melihatnya selalu saja rasa bahagia itu tumbuh dan terkadang ada juga yang datang seperti datangnya hujan deras disertai petir, cukup mengecam dan membuat hati selalu merasa tak tenang dan bahkan takut acapkali ia mengeluarkan perkataanya yang sepertinya tidak pernah disaring terlebih dahulu. Memang tak dipungkiri sama sekali bahwa keduanya pasti ada dihidup semua manusia. Tak mungkin hanya salah satunya, karena sebenarnya tuhan ingin kita belajar dari keduanya, Tuhan menyelipkan sesuatu yang tak pernah kita sangka bahwa ternyata itu semua karena ingin kebaikan untuk kita.
Jika kedua kategori diatas adalah hal yang wajar dan bukan masalah yang terlalu hebat tentang pertemanan, karena ada beberapa persoalan lainnya yang jauh lebih menusuk hati daripada kriteria teman si pembawa hujan dan petir. Kau tau itu apa? teman dekat yang terlalu dekat bahkan telah terselipkan ribuan namanya didalam do'a dan harapan besar untuk selalu bersamanya, tetapi tiba-tiba saja kerenggangan itu tercipta tanpa benar-benar sama sekali tidak diharapkan kedatangannya. Kadang terlintas dalam benak, apa maksud tuhan menciptakan kerenggangan ketika lagi dekat-dekatnya dan ketika harapan bersama dengannya selalu memang paling besar diantara harapan besar lainnya. Dapat kau bayangkan? seseorang yang telah kita anggap sahabat terdekat tetapi tiba-tiba rasa dan penganggapan ini berubah seketika? Ketika tuhan merenggangkannya sedikit demi sedikit dan aku takut hal yang selama ini aku takutkan akan menjadi kenyataan, yakni ketika status seorang sahabat dekat berubah menjadi teman biasa. Hanya rasa sakit yang tercipta. Tapi kita bisa berbuat apa? Tidak ada. Hanya do'a jalan satu-satunya untuk masalah ini dan sedikit harapan serta keyakinan yang sepenuh-penuhnya untuk yakin bahwa Tuhan mempunyai tujuan yang baik, apa itu untuk meraptkan lebih rapat lagi atau untuk sebuah perpisahan yang mempunyai arti cukup besar tapi tidak diketahui untuk sekarang