Air mata Lisma Yanti menetes membasahi pipinya. Pengumuman itu sangat menyakitkan Lisma. Mengapa tidak, sudah lebih sebulan Lisma dan temannya boy mempersiapkan diri dalam menghadapi ajang Festival Literasi Sekolah (FLS) Aceh 2019 kategori Moda Bergerak. Mereka menamai projek mereka dengan "Asli Keren" yang artinya Asongan Literasi Kreatifitas Aneuk Aceh Modern. Lisma dan Boy dibimbing oleh Ibu Susanti, guru kreatif dari SMKN Taman Fajar.
Tim SMKN Taman Fajar memberangkatkan 3 tim dalam ajang tersebut yaitu tim Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi, Sudut Baca Vokasi dan Moda bergerak. Persiapan sudah matang dengan target juara masuk 3 besar menjadi harapan bagi lisma dan kawan-kawan.
Tim SMKN Taman Fajar melewati kegiatan lomba tersebut dengan baik dan tibalah waktunya pengumuman. Satu demi satu juara sudah disebutkan. Sudut baca vokasi meraih juara 2. Wah senangnya hati lisma mendengar teman-temanya Rizal dan Mery meraih prestasi tersebut. Tibalah pengumuman juara untuk kategori lomba moda bergerak, juara 3 sudah disebutkan, begitu juga juara 2, tibalah juara 1, namun SMKN Taman Fajar tidak disebutkan. Entah mengapa air mata tiba-tiba jatuh membasahi pipinya. Perasaan kecewa menyelimuti Lisma sepanjang malam itu.
Awal Januari 2020, Bu Susanti, kordinator literasi taman fajar, sudah mulai melakukan persiapan. Bu Susanti memilih Syukran dan Ryan untuk bidang Moda Bergerak. Pembimbing Sudut Baca Vokasi, Bu Erita, memilih temannya lisma, Boy dan siswa kelas XI TLM, Avril sebagai tim sudut baca vokasi. Saya mengusulkan diri sebagai pembimbing Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi. Saya belum bisa memutuskan siswa mana yang harus saya pilih. Semua siswa yang pintar sudah diambil Bu Erita dan Bu Susanti.
Pilihan saya jatuh ke Nurul Ulfa. Ulfa adalah salah satu siswa dari tim debat bahasa inggris smkn taman fajar. Kami kalah dibabak penyisihan melawan SMKN 1 Idi dalam ajang debat bahasa inggris tingkat kabupaten. Untuk mengobati perasaan kecewa Ulfa, saya menjanjikan kepada ulfa untuk bergabung dengan saya di ajang lomba lainnya. Ajang lomba festival literasi sekolah ini, saya mengajaknya untuk bergabung.
Kemudian saya mencari siswa lain yang berpengalaman dalam lomba tingkat kabupaten maupun provinsi. Akhirnya saya teringat Lisma Yanti, Siswi Farmasi ini sudah pernah ikut lomba literasi tahun lalu. Saya mengajaknya untuk bergabung. Lisma dan Ulfa menjadi tim Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi.
Perjalanan dimulai dari mencari tokoh vokasi yang ada di Aceh Timur. Akhirnya kami memilih bu Halijah sebagai tokoh vokasi yang kami angkat. Kebetulan di LKS SMK Bireuen, usaha bu Halijah menjadi bahan makalah akuntansi yang ditulis oleh Putri Anggraini. Putri mendapatkan juara harapan 1 di ajang tersebut.
Saya mengajak Putri dan Wide untuk menemani kami pergi ke tempat bu Halijah mencari data.
Setelah mendapatkan data, Lisma dan Ulfa kemudian mulai menulis dan menyusun buku tersebut.
Pandemi Covid 19 memaksa semua lomba ditunda. Begitu juga dengan lomba Festival Literasi Sekolah (FLS) Aceh 2020 yang rencananya akan dibuat bulan April 2020, terpaksa tertunda. Tidak ada kabar membuat semangat Lisma dan Ulfa terkikis sehingga buku Halijah tidak selesai. Bahkan mereka juga keluar dari grup whassapp yang sengaja saya buat sebagai ruang diskusi.
Pada 4 November 2020, Dinas Pendidikan Aceh memberikan surat tentang festival literasi sekolah ke sekolah. Wah ternyata FLS Aceh 2020 jadi dibuat. Saya mengundang kembali Lisma dan Ulfa ke grup whatsapp dulu dan mengatakan bahwa lomba buku digital jadi dibuat.
Kebetulan Lisma sedang PKL di salah satu rumah sakit yang ada di Langsa. Saya terpaksa merayu Pak Fauzi dan Bu Satta agar Lisma bisa ditarik dari tempat PKL. Akhirnya Lisma diijinkan untuk mengikuti lomba.
Lisma dan Ulfa kemudian menyelesaikan buku digital yang sempat tertunda. Pembuatan video sempat tertunda karena Lisma sempat sakit 3 hari. Padahal batas pendaftaran hanya tingal beberapa hari lagi. Alhamdulillah Lisma sembuh dan bergabung dengan Ulfa. Kami mengambil video hari itu juga. Proses pembuatan video tidak berlangsung lama karena Ulfa dan Lisma mempunyai kemampuan presentasi yang bagus.
Akhirnya kami berhasil mendaftar dan mengupload hasil karya satu hari menjelang penutupan. Satu hari setelah ditutup, Lisma dan Ulfa mengikuti seleksi 10 besar secara daring dengan menggunakan Cisco Webec. Ada 17 kabupaten/kota yang mengikuti lomba buku digital. Karena pandemi covid 19, 17 kabupaten/kota ini harus bersaing untuk memperebutkan 10 besar yang akan melaju ke Banda Aceh.
Alhamdulillah semua tim SMKN Taman Fajar masuk 10 besar. Kami berangkat semua ke Banda Aceh. Semua tim menjalani proses kegiatan dengan baik dan lancar.
Tibalah malam yang ditunggu-tunggu, yaitu Pengumuman Hasil FLS Aceh 2020. Lisma sangat grogi menghadapi malam tersebut. Apakah nasibnya sama dengan tahun lalu ?. Saya berusaha menenangkan Lisma dan Ulfa, "tenang, kalian sudah lakukan yang terbaik. Menang Kalah itu biasa. Bagi saya, kalian sehat saja, saya sudah senang." Ibu susanti menimpali "tenang, apapun hasilnya, besok kita jalan-jalan". Raut wajah Lisma sedikit tenang.
Satu per satu acara penutupan FLS Aceh 2020 selesai, tibalah ketua tim juri mengumumkan hasil keputusan dewan juri. Tiba-tiba lampu aula dimatikan. Munculah Bang Mae dan Apa suman di layar membacakan hasil keputusan.
Yang pertama dibaca adalah kategori lomba buku digital. Dimulai dari harapan 3, nama SMKN Taman Fajar tidak disebutkan, ah semoga harapan 2, juga tidak disebutkan, harapan 1, juara 3, juara 2 tidak disebutkan, saya melihat ke arah Ulfa dengan mengelengkan kepala dengan "kita ngak dapat, nak." SMKN Taman Fajar, suara bang Mae terdengar keras.
Alhamdulillah, kami mendapatkan juara 1 cipta buku elektronik tokoh vokasi. Wajah lisma dan Ulfa terlihat senang sekali. Akhirnya kegagalan Lisma FLS tahun lalu dan Kegagalan Ulfa di ajang debat bahasa inggris tingkat kabupaten, terbayar lunas di ajang FLS 2020, mereka mendapatkan juara 1 dan dinobatkan sebagai duta literasi aceh 2020.
SMKN Taman Fajar juga meraih juara 2 Sudut Baca Vokasi dan harapan 1 Moda bergerak.