The Special one

Words
304
Reading
2 min
Listen
Play
4y

img_0.06791722436859395.jpg

" Ini tak hanya sebuah proyek. Ini sebuah sejarah. Kami berhasil menorehkannya." (Jose Mourinho, pelatih AS Roma)

Jose Mourinho atau yang dia juluki dirinya sendiri The Special One ini kembali menorehkan sejarah baru di Roma , setelah sebelumnya hampir 12 tahun lalu Ia memberikan sejarah juga untuk Klub Inter Milan.

Puasa gelar AS Roma yang telah berlangsung selama 14 tahun itu telah di akhiri oleh Serigala Roma yang di bawah asuhan Jose Mourinho dengan menjuarai UEFA Conference League 2021/22, Kamis (26/05/22). Dalam laga final yang berlangsung di Albania itu, AS Roma berhasil menyabet gelar juara usai mengandaskan perlawan Feyenoord Rotterdam.

Satu catatan penting dari kepelatihan Mourinho kali ini adalah bagaimana dirinya berhasil memaksimalkan peran kedua gelandangnya, Jordan Veretout dan Lorenzo Pellegrini. Selain sebagai penyuplai bola kedua pemain ini juga duposisikan sebagai second striker.

Disamping itu pelatih baru Roma ini juga mencoba menjadikan Tammy Abraham tak hanya sebagai pencetak gol, tapi juga pemberi assist. Sehingga banyak opsi di lini depan.

Adalah Nicolo Zaniolo yang menjadi bintang kemenangan Giallorosso, julukan Roma. Menerima umpan jauh Gianluca Mancini, Zaniolo sukses menaklukan kiper Justin Bijlow lewat sontekan kaki kirinya dari dalam kotak pinalti pada menit 32. Sebelumnya, sebuah umpan dari Lorenzo Pellegrini gagal dijangkau pemain sayap kanan ini.

Selain peran Zaniolo, kesuksesan Roma kali ini juga tak lepas dari aksi gemilang sang kiper, Rui Patricio. Kiper asal Portugal itu tercatat membuat dua penyelamatan penting di babak kedua. Yakni ketika menghalau bola rebound Guus Till dan sebuah upaya menepis sepakan dari depan kotak pinalti Tyrell Malacia babak dua.

"Selalu saja ada Pemain Portugal di setiap Klub bola yang menjadi Juara".

Terlepas dari beberapa berita kontroversial tentang dirinya, harus diakui bahwa Jose Mourinho adalah salah satu pelatih tersukses abad ini.

Faktanya sudah lima kali mengantarkan Timnya sampai ke final liga Eropa dan berhasil Menjuarainya. Maka pantaslah dia di juluki The Special One.

The Special one | Ecency